(pada mulanya adalah KATA...)

Sunday, August 14, 2016

Jalan (Terjal) Pebulutangkis Indonesia Mendekati Podium Rio

Greysia/Nitya/Badmintonindonesia.org

Indonesia masih menjaga asa untuk merebut medali dari cabang badminton Olimpiade Rio 2016.  Tiga wakil Merah Putih berhasil melewati rintangan di fase penyisihan grup, selanjutnya akan melakoni pertandingan hidup mati.

Di sektor ganda campuran, Indonesia sudah memastikan satu tiket semi final setelah terjadi all indonesian quarterfinals. Dua pasangan terbaik kita, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto terlibat perang saudara, Senin (15/08) pagi WIB. 

Tontowi/Liliyana benar-benar menunjukkan kelebihan pengalaman dan jam terbang mereka. Owi-sapaan Tontowi, begitu digdaya dengan bola-bola atas. Smas Owi begitu menukik dan sulit dibendung Praveen/Debby. Sementara Butet begitu piawai dengan bola-bola di depan net sebagaimana kelebihan wanita berambut pendek tersebut.

Dominasi jelas diperlihatkan Owi/Butet sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Praveen/Debby terlihat berada di bawah tekanan sehingga tak bisa memberikan perlawanan berarti. Pada interval set kedua, Owi/Butet unggul jauh, 11-4 hingga menutup pertandingan dengan skor akhir 21-16 dan 21-11.

Pelatih ganda campuran Richard Mainaky menilai performa Owi/Butet lebih baik dari juniornya sehingga pantas memenangkan pertandingan. Menurut mantan pemain ganda putra tersebut, Owi/Butet benar-benar mengeluarkan kemampuan terbaik mereka.

Sementara itu Butet mengaku sempat tegang. Namun, pengalamannya terutama di pentas Olimpiade membuatnya mampu menguasai keadaan. Tampil tenang dan fokus.

“Kami berusaha rileks. Karena di Olimpiade ini kan semua ingin menang, ada tegang juga, tapi kami berusana tenang dan fokus. Apalagi saya juga sudah tiga kali ikut Olimpiade, harusnya saya sudah lebih ada pengalaman. Yang penting saya dan Owi komunikasinya terus berjalan di lapangan,” ungkap Butet seperti dikutip dari badmintonindonesia.org.

Kemenangan ini lantas tak membuat langkah Owi/Butet menjadi lapang menuju podium. Tantangan berat menghadang mereka di babak semi final. Dari hasil undian babak perempat final sebelumnya, Owi/Butet serta Praveen/Debby berada satu pool dengan pasangan Jepang, Kenta Kazuno/Ayane Kurihara serta unggulan teratas Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Seperti banyak prediksi, Zhang/Zhao bakal mengatasi perlawanan wakil negeri Matahari Terbit. Dan terbukti benar.  Jagoan Tiongkok itu menang mudah 21-14 dan 21-12. Di semi final Owi/Butet dan Zhang/Zhao kembali berjodoh.

Di jagad bulutangkis saat ini pertemuan kedua pasangan boleh disebut sebagai pertemuan klasik. Keduanya merupakan pasangan ganda campuran terbaik saat ini dan sudah 18 kali bertemu. Sebagai unggulan teratas di ajang empat tahunan kali ini, Zhang/Zhao diuntungkan dengan rekor pertemuan mereka.

Zhang/Zhao menang 13 kali, termasuk dalam delapan pertemuan terakhir. Pertemuan terakhir terjadi di Kejuaraan Asia pada awal tahun 2016. Saat itu, Zhang/Zhao menang rubber set,16-21 21-9 21-17.
Tentu, tak ada pilihan lain bagi Owi/Butet bila ingin menang selain berjuang all out. Selain kualitas, lawan yang akan dihadapi memiliki tingkat ketenangan dan kematangan yang baik. Diharapkan memori All England 2014 berulang ketika Owi/Butet mempecundangi musuh bebuyutan itu dua game langsung 13-21 17-21.

“Mereka pemain yang sudah berpengalaman dan ketenangan mereka cukup bagus. Jadi kami harus bisa mengadu itu. Siapa yang lebih siap, itu yang menang. Kami tinggal mental sama fokusnya aja yang dimantepin lagi,” tutur Butet. 

Kita berharap Owi/Butet mampu meraih kemenangan demi menjaga peluang medali emas. Bila tidak, Tiongkok memiliki kans untuk menyapu medali emas dan perak mengingat satu jagoan lainnya Xu Chen/Ma Jin berpeluang mengatasi perlawanan wakil Malaysia Peng Soon Chan/Liu Ying Goh.
Jadwal semi final ganda campuran/@Badmintonupdates


Jumpa unggulan dua
Berdasarkan hasil undian, seperti Owi/Butet, ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari akan menantang wakil Tiongkok Yu Yang/Tang Yuanting di babak perempatfinal. Greysia/Nitya sukses merebut status juara grup C dari pasangan Malaysia Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon dalam laga yang berakhir straight set 21-19 dan 21-19.

Sementara Yu/Tang di luar dugaan gagal menyandang predikat jawara grup D usai ditekuk pasangan Korea Selatan Chang Ye Na/Lee So Hee, 21-18, 14-21, 21-11. Alih-alih menghindari unggulan, status sebagai runner up akhirnya mempertemukan mereka dengan Greysia/Nitya sebagai unggulan ketiga.

Head to head pertemuan masih dikuasai Yu/Tang. Dalam tujuh pertemuan, Greysia/Nitya baru dua kali menang. Meski demikian Greysia/Nitya memiliki modal bagus. Selain performa yang meningkat, di dua pertemuan terakhir menghadapi Yu/Tang pada tahun ini, masing-masing di Australia Open Super Series dan India Open Super Series, Greysia/Nitya berhasil keluar sebagai pemenang.

Benar kata pelatih ganda putri Eng Hian. Keduanya tak boleh jemawa, juga terbebani dengan rekam jejak tersebut. Pasangan Tiongkok memiliki kualitas dan ketahanan fisik yang prima.

“Greysia/Nitya sebaiknya tidak terbebani dengan dua kemenangan yang mereka raih dari pertemuan terakhir dengan Yu/Tang. Pasangan Tiongkok ini adalah pemain-pemain bagus, kami harus hadapi, yang penting Greysia/Nitya harus siap capek dan berjuang di setiap angka,” tandas Eng Hian.

Pemenang dalam laga ini akan menghadapi penghuni pool bawah lainnya yakni Chang Ye Na/Lee So Hee dan Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen dari Denmark. Selanjutnya, unggulan teratas asal Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi berpeluang menjadi lawan di partai pamungkas.

Di babak delepan besar Misaki/Ayaka akan ditantang Vivian Kah Mun Hoo/Woon Khe Wei. Selain itu unggulan keempat dari Korea, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan bersua wakil Belanda Eefje Muskens/Selena Piek.
Jadwal perempat final ganda putri/@Badmintonupdates


Tantang wakil Inggris

Satu wakil Indonesia di sektor tunggal putra, Tommy Sugiarto berhasil melangkah ke babak delapan besar. Kemenangan atas wakil Kuba Osleni Guerrero, Minggu (14/8) dengan skor 21-12 dan 21-14 mendapuknya sebagai juara grup J sekaligus peraih tiket ke babak delapan besar. Seperti menghadapi Guerrero, di pertandingan pertama Tommy menang mudah atas utusan Amerika Serikat Howard Shu, 21-14, 21-10.

Sebagai unggulan ketujuh, Tommy diprediksi melewatkan tantangan di babak penyisihan. Selanjutnya di babak 16 besar, putra mantan juara dunia Icuk Sugiarto akan menghadapi wakil Inggris Raya Rajiv Ouseph yang mengalahkan wakil Jepang Sho Sasaki 21-15 dan 21-9 untuk mengunci juara grup I.

Berdasarkan rekor pertemuan, Tommy lebih diunggulkan. Dalam lima pertemuan terakhir pebulutangkis 28 tahun itu tak pernah kalah. Namun, Tommy harus tetap waspada mengingat Rajiv sedang dalam tren positif dan kedua pasangan sudah lama tidak bertemu. Pertemuan terakhir terjadi dua tahun silam di Japan Open yang berakhir dengan kemenangan Tommy, 10-21 15-21.

“Kalau ditanya mau ketemu siapa, siapapun kami siap. Baik Ouseph atau Sasaki, keduanya pemain-pemain yang bagus. Persiapannya lebih fokus ke recovery dan menunggu jadwal pertandingan selanjutnya. Sejauh ini penampilan Tommy sudah lumayan, permainannya sudah keluar,” ungkap sang pelatih Toto Sunarto usai memastikan tiket fase knock out.
Jadwal 16 besar tunggal putra/@Badmintonupdates


Berikut jadwal wakil Indonesia:

Senin, 15 Agustus 2016
20.30 WIB
Babak Perempat Final
Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari (3/INA) vs Yu Yang/Tang Yuanting (2/CHN)
Selasa, 16 Agustus 2016
04.00 WIB
Babak 16 Besar
Tommy Sugiarto (7/INA) vs Rajiv Ouseph (13/GBR)

Selasa, 16 Agustus 2016
04.45 WIB
Babak Semifinal
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (3/INA) vs Zhang Nan/Zhao Yunlei (1/CHN)

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Kompasiana, 15 Agustus 2016.


No comments:

Post a Comment

Blog Archive

Video Bar

Loading...

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon Kembali ke Puncak Ranking Dunia

Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya. Gambar: www.badmintonindonesia.org Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon kembali ke ben...