(pada mulanya adalah KATA...)

Wednesday, January 23, 2019

Menulis Terus Sampai Jauh...

Menulis membuat saya bisa melihat dari dekat orang nomor satu di negeri ini

“Menulislah terus jangan berhenti, suarakan hati nuranimu.
Kemudian setelah itu biarlah tulisan itu membela dirinya sendiri, 
biarlah tulisanmu itu mengikuti takdirnya.”
(Buya Hamka)

Saya baru mengenal petikan masyur di atas belakangan, jauh bertahun-tahun setelah saya bergumul dengan dunia tulis-menulis. Ketika itu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak ada maksud atau tujuan khusus saat itu. Yang ada hanya satu: menulis dan terus menulis.

Bisa jadi perkenalan saya dengan dunia menulis berjalan beriringan dengan ketertarikan saya pada dunia literasi umumnya. Perkenalan saya dengan dunia menulis karena aktivitas membaca yang saya geluti pada waktu bersamaan. Membaca dan menulis menjadi satu paket. Ibaratnya, dua sisi berbeda untuk menandai sebuah koin yang sama.

Itu semua tidak timbul serta-merta. Paket itu muncul, kemudian tumbuh dalam sebuah tempat persemaian bernama asrama.

Saya beruntung pernah hidup dalam lembaga pendidikan asrama dengan kurikulum yang teratur, tidak hanya untuk aktivitas di sekolah tetapi juga selepas jam sekolah. Sejak kelas 1 SMP hingga kelas 3 SMA, saya hidup dalam serba keteraturan dengan aturan yang ajek dan ketat. Segala sesuatu diatur. Segala hal dikendalikan dengan porsi dan proporsi tertentu, mulai dari jam bangun tidur hingga kapan harus tidur.

Dalam keteraturan itu ada bagian-bagian di mana saya dan para siswa lainnya harus mengakrabi dunia literasi. Tuntutan tugas di satu sisi, serta budaya literasi yang diturun-temurunkan di sisi lain, membuat saya dengan sendirinya ditarik masuk ke dalamnya.

Didorong lagi oleh adanya perpustakaan dengan koleksi buku yang kabarnya terlengkap di pulau yang mengambil nama Portugis berarti bunga itu. Meski berada jauh dari penerbit mayor, kami nyaris tidak pernah ketinggalan untuk mendapat setiap seri terbaru. Sebelum buku diizinkan untuk dipinjam, salah satu eksemplarnya sengaja dipajang di papan promosi. Rasa penasaran seketika membuncah dan membuat antrian peminjaman menjadi panjang. Kami berebut ingin menjadi orang pertama yang melahap seri terbaru Dewi “Dee” Lestari, Agatha Christie, atau buku cetak ulang dari Pramoedya Ananta Toer dan Karl May.


Memang tak bisa dimungkiri, perkara akrab tidaknya dengan dunia literasi bersifat relatif. Tidak semua siswa memiliki tingkat ketertarikan dan kekhusyukan bergumul yang sama. Namun setidaknya setiap orang, termasuk saya, pernah diarahkan dan sempat merasakan pengalaman bergaul dengan dunia asyik itu. Dunia yang langsung maupun tidak langsung mengarahkan saya pada dunia-dunia baru. Dunia yang terus saya jejaki dan yang jejaknya saya timba manfaatnya hingga kini.
Almamaterku selama enam tahun/nanafrans.wordpress.com
Saya muula-mula diprovokasi menulis puisi pendek yang dipajang di majalan dinding. Kemudian saya dituntut membuat refleksi-semacam jurnal harian-saban hari selama enam tahun. Akhirnya saya mencoba membuat tulisan opini untuk mengisi majalah siswa. Puncaknya, saat kelas 3 SMA, saya memberanikan diri mengikuti lomba karya tulis yang digelar oleh salah satu penerbit nasional dengan hasil yang tidak disangka-sangka. Pertama kali dalam hidup saya, dan pertama kali pula dalam sejarah sekolah yang tahun ini berusia 90 tahun, meraih juara pertama tingkat nasional.

Itu sekilas cerita cikal bakal perkenalan saya dengan dunia tulis-menulis. Sebuah nostalgia yang tidak bermaksud lain, selain ingin mengatakan aktivitas menulis sudah menjadi bagian dari keseharian saya sampai hari ini.

Ketika saya berkenalan dengan blog, tidak ada sesuatu yang baru selain adaptasi dengan medium menulis tersebut. Esensi dan laku menulis tetap sama, hanya wadah yang berbeda. Patut diakui untuk aktivitas di wadah satu ini saya sedikit terlambat.

Saya baru membuka blog pribadi tiga tahun lalu, dan baru menggelutinya secara lebih serius dalam setahun terakhir. Sebelum mengoptimalkan blog pribadi, saya sempat ikut terlibat mengisi konten di blog-blog keroyokan, yang salah satunya masih saya lakoni hingga kini.

Menulis di blog keroyokan cukup menantang. Apalagi bila memiliki jumlah anggota yang tidak sedikit. Dengan modal ketrampilan dan minat yang ada, saya berani menjaga konsistensi untuk mengisi konten di sana.

Saya memilih fokus pada kategori tertentu. Tujuannya untuk membangun personal branding. Tentu kita akan lebih dikenal bila secara terus menerus menyajikan konten spesifik dan pada tema tertentu. Kadang-kadang saya terpaksa menulis topik berbeda, terutama bila mengikuti kompetisi menulis.
Inimasabi, youtuber dalam salah satu sesi pelatihan yang saya ikuti
Tahun lalu saya memenangi sejumlah kompetisi menulis di blog tersebut. Hadiahnya mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Hadiah terbesar diperoleh dari kompetisi menulis menyambut perhelatan Asian Games 2018. Saya meraih juara pertama dan berhak mendapat Rp 10 juta.

Selain materi, banyak hal lain yang diperoleh. Hemat saya manfaat nonmaterial itu memiliki nilai jauh lebih tinggi. Saya bisa mengenal banyak orang dari berbagai daerah dan latar belakang. Bahkan saya bisa berjumpa dengan orang-orang penting di tanah air.

Sebagai contoh, tidak semua orang bisa mendapat kesempatan untuk bertemu dengan orang nomor satu di negeri ini. Selain alasan jarak dan waktu, protokoler yang rumpil rumit membuat pertemuan dengan Presiden Joko Widodo ibarat pungguk merindukan bulan. Saya beruntung berkesempatan melihat dari dekat bahkan bisa berswafoto dengan Pak Jokowi, sosok fenomenal yang diburu dan dirindukan banyak orang itu. Kesempatan emas itu terjadi tahun lalu di Istana Bogor, Jawa Barat.
Salah satu kesempatan bertemu Pak Jokowi.
Tulisan-tulisan baru yang datang dan pergi bisa menambah wawasan, sekaligus memberikan masukan bagaimana menyajikan konten lebih baik. Selain berhadapan dengan tulisan-tulisan, relasi kemudian dipupuk melalui “kopi darat” atau sekadar berkomunikasi melalui jejaring sosial. Jejaring pertemanan pun semakin luas, di samping skill yang terus diasah karena stimulus tulisan-tulisan yang wira-wiri di blog tersebut. Disadari atau tidak, dari relasi yang dibangun itu, pintu-pintu keberuntungan dan rezeki pun terbuka.

Optimasi blog pribadi
Seperti menulis di blog keroyokan, menulis di blog pribadi sama menyenangkan. Apa pun bisa ditulis, tanpa dibatasi tema dan topik tertentu. Kita bisa menulis kapan saja tanpa ada yang mengawasi. Kita bisa menjadi diri sendiri melalui tulisan kita.

Hanya saja, optimasi blog pribadi menuntut kerja ekstra. Bila di blog keroyokan kita hanya berurusan dengan konten, di blog pribadi kita harus mengurus segala sesuatu. Dimulai dari platform blog, konten, hingga proses distribusi. Ini tantangan yang harus saya taklukkan di tahun ini!

Pertama, mempercantik tampilan. Jujur, dan bila anda melihatnya pun, blog saya ini kurang rupawan. Tampilannya sangat apa adanya. Kurang menarik, singkatnya. Saya harus mengganti tema yang pas agar terlihat sederhana tetapi elegan. Apakah ada usul tema yang sesuai untuk saya?

Kedua, tidak hanya tampilan, konten pun harus terus dikembangkan. Menulis adalah keterampilan yang harus terus diasah. Apalagi untuk menyesuaikan dengan platform blog kekinian. Tidak hanya kata-kata, saya perlu melengkapi tulisan dengan gambar, infografis dan video yang bagus. Tiga hal terakhir ini masih terbilang baru bagi saya. Kehadiran gambar, infografis dan video yang pas akan membuat tulisan makin kuat. Adakah yang mau menjadi guru fotografi dan videografi bagi saya?

Saat belajar video saya tentu akan diarahkan untuk mengenal YouTube lebih jauh. Sebenarnya saya sudah memiliki channel di platform sosial media itu, namun belum banyak konten yang dihasilkan, apalagi yang berkualitas. 

Ketiga, seperti menulis yang perlu diasah dari waktu ke waktu, begitu juga menghasilkan gambar dan video yang baik. Untuk pemula seperti saya, jam belajar harus ditambah. Tidak cukup belajar sendiri, harus pula belajar dari beragam sumber, entah buku-buku atau langsung pada mereka yang berkompeten.

Saya beruntung telah memiliki jejaring hubungan dengan banyak kelompok menulis dan komunitas blogger. Selain belajar secara pribadi, saya bisa mengikuti beragam pelatihan yang ditawarkan. Untuk yang satu ini, sekali lagi, saya harus menginvestasikan waktu dan tenaga lebih. Bahkan uang sekalipun.

Keempat, saya teringat penggalan sajak Goenawan Mohamad berjudul Kwatrin Tentang Sebuah Poci. /sesuatu yang kelak retak/dan kita membikinnya abadi// Demikian bunyinya. Dengan menerjemahkan petikan itu secara bebas, saya bisa katakan membukukan tulisan bisa menjadi bagian dari “membikin abadi” ingatan, kenangan, dan cerita yang "kelak retak" karena keterbatasan daya ingat. Tulisan-tulisan saya yang tercecer di sana-sini akan mudah ditemukan bila bisa didokumentasikan dengan rapih.
Template Canva
Saya sudah menghasilkan beberapa buku. Namun itu bukan buku solo, melainkan buku yang ditulis bersama, dengan sumbangan satu atau dua tulisan saja dari saya. Tantangan saya di tahun ini adalah bagaimaan membuat buku sendiri.

Akhirnya, apa pun tantangan yang saya hadapi, menulis akan tetap saya lakukan, entah baik atau tidak baik waktunya. Porsi waktu menjadi solo blogger atau narablog akan diperbanyak, meski harus diakui blogger masa kini tidak tinggal sendirian, apalagi bila ingin membuat aktivitas nge-blog itu makin diperhitungkan.

Kadang kita merasa kurang percaya diri bila memperkenalkan diri sebagai blogger. Rasa-rasanya daya tawar sebagai blogger itu lebih kecil dari profesi atau panggilan di dunia kepenulisan lainnya. Padahal bila blog bisa kita optimalkan secara baik, posisi tawar kita akan semakin tinggi.

Bila anda tidak setuju dengan wejangan di atas, abaikan saja. Sebenarnya ini lebih sebagai motivasi pribadi untuk mewujudkan resolusi menjadi blogger yang lebih baik di tahun ini. Yang perlu kita lakukan adalah menunaikan amanat Buya Hamka di atas dengan cara kita sendiri. Menulislah terus sampai jauh...




Post a Comment

114 comments:

  1. suka dengan kisahnya, berebut untuk membaca. pemandangan yang jarang ditemui. Literasi perlu dicintai tetapi sedikit orang yang mencintainya. Salam hangat dari Planet Bekasi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih..itulah tugas bersama kita untuk menyebarkan virus literasi ya mas..salam

      Delete
  2. Menulis membuat abadi ya, Mas. Semangat untuk tetap menulis karena melalui tulisan bisa "memberi" lebih banyak manfaat ke sebanyak mungkin orang. Oh ya, ayo nulis buku juga dong. Bisa karena biasa kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menulis buku solo itu salah satu cita-cita saya semoga bisa terwujud di tahun ini ya mba..terima kasih atas dukungannya

      Delete
    2. Saya juga banyak belajar dari Mba Monica

      Delete
  3. Suka dan salut dengan terus ingin belajar mas, jujur saya tipe orang yang mudah menyerah tapi setelah baca ini kok perasaan beda ya jadi malu dan terpacu ingin jauh lebih baik lagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Prinsip saya: kita harus terus belajar karena kehidupan tidak pernah berhenti mengajari kita

      Delete
  4. Kebiasaan sejak kecil menulis dan membaca rata2 yang membawa kelak saat dewasa menjadi penulis tangguh. Bukan blogger karbitan. Soalnya banyak blogger yang muncul dan tenggelam lagi setelah tahu, menulis itu butuh perjuangan juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pekerjaan yang dijalani dengan passion niscaya akan berhasil baik mba

      Delete
    2. Yuk ikut lebih banyak lomba blog lagi biar semakin banyak prestasinya.
      Lomba tidak hanya jadi ajang peruntungan. Tapi juga ajang pembelajaran ya...

      Delete
  5. Wah semoga makin semangat terus ngeblog-nya yah Kak Charles, 3 tahun itu emang lagi semangat2nya sih.

    Rajin ikutan kontes dan memenangkannya bisa menambah motivasi diri untuk menulis terus :))

    Aku udah 10 tahun ngeblog nih Kak, walo kadang ada males dan jenuhnya tapi masih berusaha menulis terus :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih dukungannya mba, saya masih terus belajar termasuk dari mba yang udah 10 tahun ngeblog..

      Delete
  6. Menulis itu mencatat kenangan karena keterbatasan memori kita
    Menulis itu mengingatkan diri sendiri agar tetap di jalur yang baik.

    Jadi, mari kita menulis

    ReplyDelete
  7. Karena dengan menulis adalah cara untuk berbagi lewat karangan jari yang mengetik :D

    ReplyDelete
  8. Kerenn dan sangat inspiratif bisa dapat juara 1 lomba blog

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih semua itu penuh perjuangan mas. Selain itu menulis sudah menjadi makanan sehari-hari salam

      Delete
  9. Menulis, menulis, dan menulis. Pernah juga ada yang bilang padaku untuk berbicaralah dengan lantang dengab menulis, aku setuju banget narablog juga harus lebih percaya diri. Dan semoga resolusi 2019 kesampaian semua terutama blog ya kak!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba saatnya blogger bersuara lebih lantang melalui tulisan. Karena kata-kata itu bisa lebih tajam dari peluru wkwk

      Delete
    2. Oh ya terima kasih atas dukungannya semoga kita sama-sama meraih kesuksesan di tahun ini ya

      Delete
  10. saya tetap semangat nulis meski blog apa adanya. menulis bikin hati tenang dan ibarat terapi jiwa buat saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener sekali mba banyak manfaat ya yang bisa didapat dari menulis itu

      Delete
    2. Saya ingat ada temen yang menulis sebagai terapi untuk penyakit yang sedang diidapnya

      Delete
  11. Aku tetap cinta dunia Blogger, terserah orang mau tahu atau tidak apa itu Blogger. Karena dari ngeblog aku jadi candu menulis, berbagi ilmu lewat tulisan, senang berkompetisi, bahagia kalo dapat job di Blog, berbunga2 kalo bisa liburan kumplit gratis dari Blog. Hidup Narablog

    ReplyDelete
  12. Bukan sekedar menulis, tapi memperluas relasi dan silaturahmi adalah yg paling penting ya mas,
    Salam kenal mas dr jogja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mas menulis bisa membuka jendela-jendela baru termasuk relasi dan pertemanan. Salam hangat mas ke Jogja

      Delete
  13. Saya yang pernah tinggal di Papua pernah merasakan susahnya nyari bahan bacaan apapun. Akibatnya sobekan koran yang nemu di pinggi jalan pun bisa saya baca sebentar tuh..

    Setelah pindah ke pulau Jawa, perpustakaan jadi salah satu tempat favorit buat menghabiskan waktu.

    Menulis memang wajib membaca, dan semakin banyak membaca semakin banyak pula yang bisa ditulis.

    Sukses terus dengan dunia literasinya ya mas. Semoga tahun ini bisa segera tercapai keinginnnya menulis buku solo. Amin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba tidak semua bisa mendapatkan akses yang luas kepada buku bacaan. terima kasih atas dukungaannya ya

      Delete
  14. menulis itu banyak manfaatnya ya mas. selain buat diri sendiri juga bisa banyak manfaatnya juga buat orang banyak. saya juga pengen selalu terus menulis. semoga ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju mba banyak manfaat yang bisa kita dapat dari menulis

      Delete
  15. Menulis adalah sarana untuk mengabadikan momen demi momen dalam kehidupan, bahkan bisa memberikan manfat bagi orang lain. Terus berkarya, semoga tahun ini bisa menulis buku sendiri juga ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menulis itu pekerjaan keabadian. Makasih Koh untuk dukungannya. Sukses untukmu juga

      Delete
  16. Tinggal di asrama dengan kedisiplinan tinggi seperti di Seminari itu, membentuk pribadi yang disiplin juga ya Mas. Enam tahun bukan waktu yang singkat untuk menyerap semua pelajaran hidup di sana. Mulai dari buku di perpustakaan sampai dengan orang-orangnya. Semangat terus dalam berbagi lewat tulisan ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pengalaman hidup berasrama itu tak akan pernah terlupakan. Sedikit banyak membentuk dan menentukan arah hidup saya saat ini. Mari kita terus berbagi melalui tulisan ya mba

      Delete
  17. Ada benarnya mas quotes tersebut, karena mengungkapkan diri sebagau blogger terkadang masih malu-malu untuk dilakukan, terlebih lagi masih banyak yang belum tahu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saatnya blogger angkat bicara ya mba....

      Delete
    2. He em, harus mau lah dari sekarang mengakui bahwa blogger adalah pekerjaan yang menghasilkan lho, yah kan kan

      Delete

  18. “Menulislah terus jangan berhenti, suarakan hati nuranimu.
    Kemudian setelah itu biarlah tulisan itu membela dirinya sendiri,
    biarlah tulisanmu itu mengikuti takdirnya.”
    (Buya Hamka)Sangat sukat dengan quoate buya Hamka ini.

    ReplyDelete
  19. Semangat terus ya mas menulisnya, semoga saya bisa kosisten seperti mas charles kedepannya aamiin.. Semoga lancar untuk pembiaran bukunya tahun ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari kita saling dukung ya mas..sukses juga buat mas

      Delete
  20. Setuju banget! Menulislah terus. Tak ada batasnya jika kita terus menulis. Hal-hal yang mustahil pun bisa tercapai dengan menulis. Aku pernah dan sedang merasakannya. Manfaat dari menulis terus menerus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menulis itu bisa membuka pintu-pintu yang kadang tidak kita duga dan sangka ya mba..

      Delete
  21. Wah beruntung banget bisa ktmu pak jokowi ya dari tekunnya di dunia menulis. Aku tertohok dengan quote pak buya hamka.. Bener bangettt,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mba itu satu manfaat yang saya dapatkan dari menulis..kutipan itu memang sangat berenergi untuk membakar semangat kita dalam menulis

      Delete
  22. Semangattt.. Nulis apa aja yang penting bisa buat healing... Bisa juga buat dipetik ilmunya sama orang lainnn...


    Ayo kakak... Bikin buku solo... Pastik bisaa.taon ini bikinnyaaa... Dan terbitnya juga taon inii. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener kakak menulis terus, banyak hal bisa dijadikan bahan untuk menulis..makasih kakak untuk dukungannnya

      Delete
    2. Kak uwan juga bisa buat buku solo juga lho

      Delete
  23. Semangat terus menulisnya ya, mas. Duh keren banget deh. Aku baru mulai ngelola 2 blog dan udah mulai keteteran ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka berkunjung ke blognya Mba Dian..keren..dan saya mendapat banyak masukan dari sana

      Delete
  24. Dengan menulis itu kita menabung amal kebaikan karena dari karya tulisan kita akan terus dibaca, semangat menulis maas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju menulis itu adalah bagian lain dari beramal ya..gak harus melalui materi tetapi kita juga bisa berbagi melalui tulisan

      Delete
  25. sebagai narablog charles uptodate, semua channel media dimanfaatkan biar bisa membawa manfaat buat yang lain

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya mba berusaha untuk memanfaatkan semua channel untuk belajar dan terus belajar

      Delete
  26. loh saya malah bangga memperkenalkan diri saya ke khayalak umum sebagai blogger walaupun itu cuma hobi loh mas.. saya malah minder kalau saya kasih tau kerja dimana hehee..

    semoga kita selalu terus semangat menulis dan berbagi ya mas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siap mas kita terus menulis dan bangga menjadi seorang blogger ya

      Delete
  27. Setuju banget dengan pernyataan kalau menulis itu perlu diasah. Enggak cuma nulis2 aja sih tapi jg menurutku diimbangi gtu dengan membaca banyak literasi ya mas, biar pengetahuan yg bisa dishare makin luas jg :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba makin diasah niscaya makin baik, dan seturut pengalaman saya, kita memang harus membaca sebagai bagian dari amunisi untuk menulis.

      Delete
    2. Betul banget mas, setuju, supaya tulisan gak dangkal yaa. Keep writing yaaa

      Delete
  28. Saya malah belum pernah menulis di blog keroyokan. Mungkin menantang sekaligus menyenangkan, ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekali2 dicoba mba banyak kok pilihan biar alami tantangan berbeda

      Delete
  29. Baca ini saya makin semangat menulis, juga ingin lebih banyak belajar tentang skill blogging. Makasih Mas, cerita dan keseluruhan tulisan ini menginspirasi ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita sama-sama saling support mba biar makin mantap dalam menulis dan ngeblog

      Delete
  30. Waah prestasi Kak Charles di dunia tulis menulis sudah banyak ya, keren banget, dan memang betul dengan menulis banyak hal positif yang bisa didapatkan

    ReplyDelete
  31. Kadang-kadang memang diperlukan kondisi dipaksa dan keteraturan sampai akhirnya tercipta habit dan ketertarikan terhadap suatu hal. Misalnya membaca, kemudian mulai menulis. Bersyukur, Mas, sempat berada dalam situasi yang justru melejitkan bakat dan minatnya. Aku kadang juga berpikir suatu saat ingin menciptakan situasi seperti itu pada anak-anak. Ah, tapi mungkin anak sekarang nggak semudah kita ya. Btw, progress ngeblog-nya kece loh. Nggak ada alesan buat gak PD sebagai blogger.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya berutang banyak pada almamater dan bersyukur bisa mendapatkan pendidikan seperti itu. Untuk anak2 sekarang bisa dengan cara2 masing-masing untuk melecut dan membantu mereka

      Delete
  32. Saya selalu tertarik dengan kisah-kisah teman2 yang bersekolah di seminari. Beberapa teman saya pun ada yang lulusan seminari dan mereka mempunyai tradisi literasi yang kuat juga. Sepakat. Scribo ergo sum,Kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih apresiasinya ya kita menulis maka kita ada

      Delete
  33. Perjalananmu di dunia literasi sangat panjang dan membanggakan. Dari semua itu, tentu bisa bertemu dengan orang nomor wahid negeri ini adalah yang paling membahagiakan. Semoga keinginanmu menerbitkan buku solo tercapai ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kebahagiaan dan kesuksesan selalu menyertai kita semua. Terima kasih sudah mampir dan memberi dukungan.

      Delete
  34. Seru ya pengalaman menulisnya Mas Charles, mulai dari hobi baca, nulis puisi, nulis opini bahkan bisa juara ya. Keren!

    Dan benar bangat sih, menulis harus terus dilakukan, sebab saya juga berprinsip menulis adalah cara merawat ingatan dan kenangan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju banget dengan prinsip mas menulis itu juga bagian dari mengabadikan ingatan dan kenangan ya

      Delete
  35. Setuju mas, kemampuan menulis juga harus terus diasah, karena kita dituntut untuk selalu up to date terhadap perubahan zaman. semangat terus menulisnya mas.

    ReplyDelete
  36. Aku senang momen saat ide menulis mengalir deras. Memang harus diasah dengan pembiasaan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mba seperti kata pepatah allah bisa karena biasa

      Delete
  37. keren mas, sudah bisa buat bebrapa buku. Aku belum satupun, baik itu colab maupun solo, semoga nanti bisa juga buat buku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amin mba semoga resolusi kita tercapai ya tahun ini

      Delete
  38. mantab bang charles.. jadi ikut semangat niiih!

    ReplyDelete
  39. Keren banget perjalanan menulisnya. Banyak manfaat yang udah diambil dan gak semuanya tentang uang, tetapi berkesan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bener manfaat itu tidak hanya materi saja mba yuk keep writing ya

      Delete
  40. Iya sih jarang banget memang orang bisa bertemu orang nomer satu di negeri ini.
    Beruntung bagi yang sudah bertemu, setidaknya bisa silaturahmi :)

    Kalau menurut saya menulis merupakan cara terbaik untuk mengabadikan pengalaman. Dan setuju menulis harus tetap diasah, semoga impian di tahun ini bisa terwujud ya, Mas.

    Dan karena seringnya menulis, terlewat gak nulis aja pasti berasa berkurang. Terus berbagi lewat tulsian, Mas :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menarik komentar mas Andi pada bagian terakhir,,,iyes bener kalau gak nulis rasanya gimana gitu...terima kasih atas dukungannya mas

      Delete
  41. Pengalamannya jadi memotivasi saya nih mas yang lagi agak drop semangat nulisnya. Semoga buku solo nya terwujud ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mba kobarkan kembali semangat menulisnya..hal semacam ini wajar yuk temukan moodbooster biar segera semangat lagi..makasih dukungannya mba

      Delete
  42. Bagus share nya mas. Bisa jadi tambahan semangat saya untuk lebih intens di dunia literasi. Masih belajar terus ini. moga bisa seperti mastah Charles... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga masih dalam tahap belajar mas, mari kita belajar sama-sama ya...

      Delete
  43. Wah keren banget pencapaiannya Mas...Salut akan semangat dan konsistensinya.
    Semoga makin sukses ya.
    Saya suka baca artikelnya, lengkap dan runut!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba untuk apresiasinya mari kita terus menulis ya sampai jauh....

      Delete
  44. Inspiratif dengan pencapaiannya Mas. Klo sudah berprestasi di dunia blog, insya allah menulis buku lancar dan bisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga bisa demikian ya mba, tetap harus berjuang untuk konsisten dan menjadi lebih baik

      Delete
  45. Menulis memang mengasyikka y, apalagi bisa dapat banyak hal positif. Jadi makin semangat nulis setelah baca tulisan ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya benar menulis itu sebuah kerja kreatif yang mengasyikkan..mari kita terus menikmati setiap aktivitas menulis kita ya mba

      Delete
  46. Dunia literasi sebuah permulaan dari kecintaan pada bacaan itu juga masa yg pernah Saya alami.
    Sejauh dalam keberlutannya banyak juga prestasi yg diukir Mas Charles
    tetap semangat utk menrbar inspirasi

    ReplyDelete
  47. Semangat terus mas, dan tetep konsisten.
    Sayapun bercita-cita bisa membuat buku sendiri, cuma masih banyak godaanya, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga cepat atau lambat kita bisa menaklukkan godaan itu ya

      Delete
  48. Dapat 10 juta keren banget mas. Selamat dan sukses terus. Teruslah meulis dan menginspirasi ya.

    ReplyDelete
  49. Saya pernah baca di mana ya. Katanya, teruslah menulis karena suatu saat tulisan itu akan menemukan sendiri pembacanya. Kita juga gak akan pernah tahu, tulisan tersebut akan membawa kita kemana.

    ReplyDelete
  50. Akupun demikian kak. Begitu banyak pengalamn hidup kudapatkan lewat menulis :'' nukai dr banyak relasi, menambaj ilmu, pengalsns ikut kompetisi, keluar negeri dlk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba banyak manfaat yang kita dapat dari menulis

      Delete
  51. Mantab kisahnya kak, terus menulis dan menginspirasi yah kak :)

    ReplyDelete
  52. wah keren, iya menurutku menulis itu kek ngarsipin perjalanan sih pasti banyak manfaatnya

    ReplyDelete

Resolusi Punya Properti dan Sederet Alasan Mengapa Harus ke Indonesia Properti Expo 2019

Gambar dari http://jadwalevent.web.id Memiliki properti, entah rumah atau apartemen, adalah impian setiap orang. Tidak terkecuali saya...