(pada mulanya adalah KATA...)

Saturday, January 16, 2016

Mesut Ozil, Pelayan Terbaik dalam Diam


Mesut Ozil memang tak sefamiliar Lionel Messi atau Christiano Ronaldo. Ia boleh tak disebut dalam daftar pemenang Ballon d’Or. Namun dalam diamnya, pemain kelahiran 15 Oktober 27 tahun silam menorehkan catatan tersendiri dalam lembaran sejarah klub dan negaranya, Jerman. 

Ya, pria kelahiran Gelsenkirchen, Jerman Barat ini baru saja didapuk sebagai pemain terbaik Jerman 2015. Bukan baru pertama kali pemain berdarah Turki ini menjadi yang terbaik di Jerman.  Pencapaian tahun ini melengkapi torehan yang sama selama tiga tahun berturut-turut sejak 2011 hingga 2013. Rantai prestasi ini sempat terputus di tahun 2014 oleh Toni Kross. Namun ia kembali menjadi yang terkemuka. Tak hanya menyisihkan Kroos yang sedang gundah-gulana di Real Madrid tetapi juga salah satu favorit, Thomas Muller. 

Dari hasil polling yang melibatkan tak kurang dari 51.000 fans, playmaker Arsenal ini meraup 45,9 persen suara. Menyisihkan Muller yang tercecer jauh di belakang dengan 15,9 persen dan Jonas Hector di tempat ketiga dengan raihan 13,6 persen. 

Dalam diam 

Sebagaimana playmaker umumnya, nama mereka kadang tak diperhitungkan di setiap pertandingan. Sepakbola condong mengkultuskan para striker yang sukses mencetak gol. Nama para striker pun tertulis di papan skor.

Namun di balik gol tersebut, peran penting pemain lain, termasuk sang kreator dan pemberi assist tak bisa ditampik. Mustahil gol tercipta tanpa kreasi dan kerja sama. Pada titik ini nama Ozil melejit sebagai salah satu pemain yang diperhitungkan. 

Sempat mendapat masalah dengan kebugaran dan menuai banyak kritikan, Ozil berhasil bangkit perlahan. Tak tanggung-tanggung sepanjang musim ini, Ozil berhasil menjadi pemain terbaik Arsenal dalam tiga bulan secara beruntun. 

Apresiasi itu tak lepas dari penampilan briliannya di lapangan sebagai seorang pelayan, tukang assist.Tercatat Ozil sudah memberikan 16 assist dalam 20 pertandingan di Liga Primer Inggris dan menjadi bagian tak terpisahkan dari prestasi The Gunners menembus peringkat teratas di tabel klasemen. 

Di level timnas, sebagaimana pertanggungjawaban Federasi Sepakbola Jerman (DFB), Ozil memainkan peran penting dalam delapan dari sembilan pertandingan internasional Die Mannschaft, termasuk meloloskan Jerman ke Piala Eropa tahun ini di Prancis. 

Dari laga-laga tersebut Ozil rata-rata berada di lapangan selama 94,38 menit, berlari dengan total 92,71 kilometer. 

Tak hanya rajin, ia juga aktif menciptakan dan mengkreasikan peluang. Rata-rata di setiap laga ia melepaskan 76,5 passing. Dalam delapan laga bersama Juara Dunia 2014, Ozil total melepaskan 14 shots on goal dan menorehkan enam assist. Pantas jika Ozil membawa pulang gelar tersebut, bukan?

Layak dan pantas Ozil menjadi yang terbaik di antara deretan bintang-bintang Jerman lainnya. Dengan tanpa meremehkan para pemain lain, melihat Ozil beraksi kita sepertinya melihat perpaduan dua dunia, dua budaya yang membentuk dirinya. 

"My technique and feeling for the ball is the Turkish side to my game. The discipline, attitude and always-give-your-all is the German part," demikian pengakuan Ozil.

Dipublikasikan pertama kali di Kompasiana, 15 Januari 2016 15:15:37

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/charlesemanueldm/mesut-ozil-pelayan-terbaik-dalam-diam_5698aaaa717e612c057fb774

No comments:

Post a Comment

Blog Archive

Video Bar

Loading...

Menanti The Minions Sempurnakan Predikat Pemain Terbaik 2017

Marcus dan Kevin menyabet penghargaan Pemain Putra Terbaik 2017/badmintonindonesia.org Patut diakui kebanggaan bulu tangkis Indonesia m...