(pada mulanya adalah KATA...)

Saturday, April 16, 2016

Rio Haryanto (Siap) Asapi Hamilton di GP China

Ilustrasi Kompas.com

Judul di atas jelas tak berlebihan. Hasil latihan bebas yang diakhiri dengan babak kualifikasi GP China baru saja berakhir di Sirkuit Internasional Shanghai, Sabtu (16/04) siang WIB. Hasil kualitikasi menempatkan posisi Rio Haryanto sedikit lebih baik dari sang Juara Dunia.

Sempat mengalami masalah di sesi latihan bebas pertama (Q1), Rio akhirnya mampu mengeluarkan segenap kemampuan terbaik di sesi kualifikasi. Hasil terbaik yang dicapai Rio, menempati posisi ke-20 dengan catatan waktu 1:40,264 detik.

Rio menempati posisi yang lebih baik dari rekan setim Manor Racing, Pascal Wehrlein. Pembalap asal Jerman itu akan start satu grid di belakang Rio dan satu grid di depan Lewis Hamilton yang akan membalap dari urutan buncit.

Pada sesi latihan bebas pertama, Rio sempat tampil meyakinkan hingga pertengahan sesi. Pembalap kelahiran Solo, Jawa Tengah itu mampu menggeber MRT05 hingga menempati posisi 10. Namun nasib apes menimpa Rio tak lama kemudian. Rider 23 tahun ini terpaksa tereliminasi setelah setelah catatan waktunya mampu dilampaui pembalap-pembalap lain. Ia pun mengakhiri sesi Q1 di urutan ke-20.

Nasib serupa dialami Pascal. Pembalap Jerman itu tereliminasi setelah mobilnya melintir. Masalah mesin disinyalir menjadi sebab yang membuat Pascal keluar lintasan dan bendera merah dikibarkan.
Tak hanya duo Manor. Hamilton pun demikian. Di pertengah Q1, pembalap asal Inggris itu tiba-tiba masuk ke pit dan tak menorehkan catatan waktu sama sekali.

Berdasarkan aturan yang menggunakan format 2015, enam mobil paling lambat otomatis terleminasi di akhir Q1 dan Q2. Di sesi pertama ini, nasib Rio, Pascal dan Hamilton sama mirisnya dengan Kevin Magnussen (Renault), Esteban Gutierrez (Haas) dan Jolyon Palmer (Renault).

Di sesi latihan bebas ketiga (Q3) kondisi cuaca berubah drastis. Turunnya hujan sempat membuat sesi latihan bebas ini terhenti sejenak. Sempat terhenti sejenak, sesi latihan pun berhasil dilanjutkan. Kali ini Rio Haryanto tampil lebih baik. Rio sempat menempati urutan ke-11 di lima menit terakhir. Namun pada akhir sesi posisinya turun tiga strip.

Rekan Rio, Pascal, menorehkan catatan waktu lebih baik. Sebelum mengakhiri sesi di posisi delapan Pascal sempat berada di urutan kelima.

Situasi alam yang tak bersahabat sempat mengundang kecemasan bagi para pebalap jelang sesi pamungkas. Lintasan basah sedikit banyak akan merepotkan mereka dan mengganggu jalannya sesi kualifikasi.

Hal yang dicemaskan itu akhirnya tak terjadi. Hujan tak dating dan lintasan pun kering. Para pebalap menggeber tunggangganya semaksimal mungkin. Hasilnya? Pembalap Mercedes, Nico Rosberg menorehkan waktu tercepat dan berhak meraih pole. Pembalap Jerman itu meraih waktu terbaik 1;35,402 detik, setelah sebelumnya terlibat persaingan sengit dengan pembalap Ferrari Kimi Raikkonen.

Rio Haryanto? Pebalap Merah Putih ini dipastikan start di urutan ke-20 setelah mengukir catatan waktu 1;40, 264 detik. Lagi-lagi seperti di Q1, Rio lebih baik dari Pascal yang tak menorehkan catatan waktu dan Hamilton yang sudah tereliminasi sejak Q1. Ditambah lagi Hamilton mendapatkan hukuman penalti karena mengganti girdboks.

Siap?

Berdasarkan hasil kualifikasi, jelas terlihat, Rio akan membalap di depan Pascal dan Hamilton. Pertanyaan pun muncul: apakah pada akhirnya Rio akan lebih baik dari keduanya?

Tentu, Rio akan menjalani sesi balapan ketiga ini dengan menyimpan hasrat yang sama yakni mencapai garis finish. Gagal mencapai garis akhir di seri pertama di GP Australia serta kesuksesan menyentuh garis finish di seri kedua di Bahrain akan memotivasi Rio untuk tampil maksimal.
Membalap sampai akhir menjadi target realistis Rio Haryanto, sambil berharap posisinya lebih baik dari seri sebelumnya. Sudah tentu para jagoan dengan modal sumber daya yang leih memadai tetap diunggulkan. Setelah sukses meraih pole pertama di musim ini, Rosberg tentu ingin naik podium utama pula.

Sementara, Daniel Ricciardo (Red Bull), Kimi Raikonnen, Sebastian Vettel (Ferrari) dan Valtteri Bottas (Williamas) yang berturut-turut mengawali balapan di belakang Rosberg mengincar target yang sama.

Masyarakat Indonesia tentu menaruh harapan tinggi pada Rio. Namun, dunia balap bukan urusan pebalap semata. Saat melaju di lintasan balap, kondisi jet darat itu pun sangat menentukan. Pengalaman yang dialami Rio di seri-seri sebelumnya serta yang baru saja terjadi pada Pascal di Q1 GP China menjadi contoh nyata.

“Pascal telah kembali, tetapi tidak dengan mobilnya,”demikian kicau Manor di Twitter mengomentari situasi yang dialami salah satu pebalapnya.

Demikian pun Rio yang sempat mengeluhkan kondisi ban mobilnya. “Cukup sulit untuk meningkatkan temperatur ban,”seloroh Rio usai melahap sembilan lap di Q1 seperti dikutip dari Twitter @Manor  Racing.

Akankah Rio sanggup mengasapi Hamilton hingga akhir? Mampukah Hamilton bangkit dari keterpurukan untuk membuktikan diri masih layak menjadi yang terbaik? Sebagian dari aneka pertanyaan menarik ini membuat kita tak sabar menantikan hari balapan, Minggu (17/04) pukul 13.00 WIB.

N.B:
Hasil lengkah kualifikasi GP China (sumber Crash.Net)

1.Nico Rosberg GER Mercedes-Mercedes 1m 35.402s
2. Daniel Ricciardo AUS Red Bull-TAG Heuer 1m 35.917s
3. Kimi Raikkonen FIN Ferrari-Ferrari 1m 35.972s
4. Sebastian Vettel GER Ferrari-Ferrari 1m 36.246s
5. Valtteri Bottas FIN Williams-Mercedes 1m 36.296s
6. Daniil Kvyat RUS Red Bull-TAG Heuer 1m 36.399s
7. Sergio Perez MEX Force India-Mercedes 1m 36.865s
8. Carlos Sainz Jr ESP Toro Rosso-Ferrari 1m 36.881s
9. Max Verstappen NED Toro Rosso-Ferrari 1m 37.194s
10. Nico Hulkenberg GER Force India-Mercedes No time

11. Felipe Massa BRZ Williams-Mercedes 1m 37.347s
12. Fernando Alonso ESP McLaren-Honda 1m 38.836s
13. Jenson Button GBR McLaren-Honda 1m 39.093s
14. Romain Grosjean FRA Haas-Ferrari 1m 39.830s
15. Marcus Ericsson SWE Sauber-Ferrari 1m 40.742s
16. Felipe Nasr BRZ Sauber-Ferrari 1m 42.430s

17. Kevin Magnussen DEN Renault-Renault 1m 38.673s
18. Esteban Gutierrez MEX Haas-Ferrari 1m 38.770s
19. Jolyon Palmer GBR Renault-Renault 1m 39.528s
20. Rio Haryanto INA MRT-Mercedes 1m 40.264s
21. Pascal Wehrlein GER MRT-Mercedes No time
22. Lewis Hamilton GBR Mercedes-Mercedes No time*
*mendapat penalti (menukar gearbox)

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Kompasiana, 16 April 2016.


No comments:

Post a Comment

Blog Archive

Video Bar

Loading...

Tahun Terbaik Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon

Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya juara/badmintonindonesia.org Terbaik. Kata ini bisa saja berlebihan karena tidak ada sesuatu yang tak t...