Malaysia Open SSP 2016, antara Pelampiasan, Uji Konsistensi, dan Unjuk Gigi Merah Putih



Ilustrasi dari nst.com.my

India Open Super Series 2016 baru saja berakhir. Kini para pebulutangkis terbaik dunia siap tempur di ajang lebih bergengsi: Celcom Axiata Malaysia Open 2016. Turnamen level super series premier kedua tahun ini mulai bergulir sejak hari ini, Selasa (5/4) hingga 10 April di Malawati Stadium, Shah Alam. 

Selain menyediakan prize money sebesar USD 550.000, turnamen ini dipastikan menghadirkan atmosfer persaingan yang sengit. Betapa tidak, pemain rangking 10 besar dunia dipastikan ambil bagian dan siap memburu mahkota juara. 

Seperti halnya wakil-wakil unggulan Merah Putih, bagi  peserta lainnya, kejuaraan ini menjadi ajang pelampiasan setelah kegagalan di ajang super series premier pertama tahun ini, yakni All England. Ganda terbaik Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan akan menghadapi "beban ganda" di turnamen ini. 

Selain harus menebus kegagalan di All England, keduanya pun memikul tanggung jawab untuk mempertahankan gelar juara, sekaligus satu-satunya yang digondol ke Tanah Air tahun lalu. Hal yang sama dialami pula oleh ganda putri terbaik kita, Greysia Polii/Nitya Khrishinda Maheswari. Tak hanya melempem di All England, keduanya pun gagal membawa pulang gelar juara India Open yang baru saja berakhir. 

Di sektor ganda campuran, tantangan pasangan kawakan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir pun tak kalah besar. Penurunan performa yang sangat drastis belakangan ini diharapkan segera menemui titik balik. Olimpiade Rio de Janeiro semakin di depan mata dan target tinggi menuntut persiapan yang matang, terutama mendapatkan kembali puncak performa. 

Selain itu, pasangan yang karib disapa Owi/Butet ini pun sedang "dibuntuti" pasangan muda lainnya yang sedang meningkat. Juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto sedang melesat naik. Demikian pun Riky Widianto/Richi Puspita Dili yang baru saja menjadi finalis India Open tahun ini.

Tak hanya itu, turnamen dengan garansi 11 ribu poin bagi sang juara menjadi medan pertunjukan bagi para pebulutangkis lainnya, terutama para pemain muda kita. Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie menjadi tumpuan Indonesia di sektor tunggal putra. Dari segi usia dan pengalaman ketiganya masih terus diasah. Dan ajang super series premier ini menjadi momentum pembelajaran bagi ketiganya. 

“Untuk pemain muda di tunggal putra, Malaysia Open ini bisa menjadi kesempatan mereka untuk mengukur kemampuan dan mencari pengalaman. Bertemu dengan pemain-pemain dunia tentu bukan hal mudah, tapi mereka bisa belajar. Jadi nanti setelah pulang, mereka bisa tau, apalagi yang harus ditambah,” ungkap manajer tim Indonesia, Rexy Mainaky dikutip dari badmintonindonesia.org. 

Target juara memang masih belum lepas dari sektor-sektor andalan seperti ganda putra, ganda campuran dan ganda putri. Nama-nama seperti Hendra/Ahsan, Nitya/Greysia, Owi/Butet serta Praveen/Debby tetap jadi tumpuan. Namun kiprah Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tak bisa diremehkan. Keduanya baru saja beradu di babak final India Open 2016 dan Kevin/Marcus sukses menyabet gelar super series pertama setelah merengkuh dua gelar dalam setahun, yakni Chinese Taipei Grand Prix 2015 dan Malaysia Masters Grand Prix Gold 2016. 

Kita tentu berharap kemenangan Praveen/Debby di All England dan grafik meningkat para pemain muda lainnya membawa angin segar bagi penampilan para pemain lainnya di Malaysia Open kali ini. 

“Kami berharap kemenangan Jordan/Debby di All England kemarin bisa menjadi motivasi dan semangat buat pemain lain, untuk mendapat hasil yang sama. Begitu juga dengan kemenangan Kevin/Gideon, yang bisa final sesama Indonesia di India Super Series kemarin. Ini menjadi awal yang baik,”lanjut Rexy. 

Berikut 14 atlet Pelatnas PBSI Cipayung di Malaysia Open 2016: 

Tunggal Putra: Ihsan Maulana Mustofa, Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie 

Tunggal Putri: Linda Wenifanetri 

Ganda Putra: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Berry Angriawan/Rian Agung Saputro 

Ganda Putri: Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi 

Ganda Campuran: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Praveen Jordan/Debby Susanto, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, Ronald Alexander/Melati Daeva Oktaviant

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Kompasiana, 5 April 2016.

Comments

Popular posts from this blog

Menjaga Rantai Juara Indonesia di Singapura Open SS 2016

Menulis Terus Sampai Jauh...

Millennial Marzukiana, Strategi “Proxy War” Ananda Sukarlan untuk Bang Maing