(pada mulanya adalah KATA...)

Wednesday, February 3, 2016

(Jalan Terjal) Indonesia Menuju Piala Thomas & Uber 2016

Ket.gambar: Hendra/Ahsan (badmintonindonesia.org)

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) baru saja merilis hasil undian Kualifikasi Piala Thomas dan Piala Uber 2016 zona Asia yang akan dilangsungkan sejak 15 hingga 21 Februari ini di Hyderabad, India. 

Tim Piala Thomas tergabung di grup C bersama Taiwan, Thailand dan Maladewa. Sementara Tim Piala Uber bakal menantang Korea Selatan yang merupakan runner up tahun 2014 serta tim non unggulan Maladewa di grup C. 

Di atas kertas Tim Piala Thomas Indonesia lebih diunggulkan. Namun Taiwan dan Thailand berpeluang menjadi kuda hitam mengingat mereka memiliki sejumlah pemain yang sedang naik daun. Terutama Taiwan, sejumlah pemainnya menunjukan grafik peningkatan yang bisa dilihat dari rangking dunia yang disandang. 

Tunggal putra Chou Tien Chen peringkatnya di atas tunggal putra terbaik Indonesia, Tommy Sugiarto. Chou menempati rangking tujuh sementara Tommy tiga tingkat di belakangnya, rangking 10. 

Tak hanya itu di sektor ganda putra Taiwan memiliki Lee Sheng Mu/Tsai Chia Hsin yang menempati posisi 15 besar dunia. 

Di sektor ini setidaknya kekuatan Indonesia jauh lebih baik dengan tiga ganda terbaik dalam lingkaran elit dunia: Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan (nomor dua dunia), Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi (rangking 10 dunia) dan Gideon Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo (rangking 14 dunia). 

Namun demikian Indonesia tetap mewaspadai ancaman dari para pemain terbaik Taiwan dan Thailand demi mengamankan posisi juara grup. 

“Hasil undian tim Kualifikasi Piala Thomas cukup menarik karena kita satu grup dengan Taiwan dan Thailand, yang mempunyai pemain-pemain yang cukup kuat. Namun kami yakin masih bisa mengatasi mereka secara kekuatan tim dan bisa menjadi juara grup,” ungkap Achmad Budiharto, Chief de Mission tim Kualifikasi Piala Thomas dan Uber 2016 seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org. 

Sementara itu jalan terjal harus dilalui tim Uber. Bergabung dengan Korea Selatan membuat target realistis yang bisa dipatok adalah menjadi runner up, sambil menganggap Maladewa sebagai tim penghibur. 

“Untuk tim Kualifikasi Piala Uber, Indonesia satu tim dengan Korea dan Maladewa. Peluang untuk lolos ke putaran kedua masih cukup terbuka. Secara realistis memang cukup berat untuk menjadi juara grup karena harus mengalahkan tim kuat Korea,” lanjut Budiharto. 

Secara peringkat BWF para pemain kita kalah dari para pemain terbaik Negeri Ginseng. Tunggal putri terbaik Indonesia (sekaligus berpeluang turun sebagai tunggal pertama), Maria Febe berada di rangking 21 dunia dan berpeluang berduel menghadapi tunggal terbaik Korea yang berada di rangking 7 dunia, Sung JiHyun. 

Demikianpun Lindaweni Fanetri (rangking 22 dunia) bila harus berduel  menghadapi Bae Yeon Ju harus bekerja ekstra keras. Secara peringkat Bau jauh lebih baik, rangking 13 dunia, meski performanya sedang menurun, di beberapa turnamen kerap kandas di babak awal bahkan di tangan pemain non unggulan. 

Tunggal putri Indonesia lainnya, Hana Ramadhini sedang meniti jalan meraih prestasi. Berada di peringkat 63 dunia, tunggal 20 tahun ini berpeluang menghadapi rekan seangkatan Kim Hyo Min yang secara rangking jauh lebih baik (rangking 29 dunia). Pekerjaaan berat  menanti Hana bila harus menghadapi Kim yang tengah mengalami perkembangan pesat. 

Tim Uber Indonesia setidaknya bertumpu pada ganda terbaik, Greysia Polii/Nitya K.Maheswari untuk meraih poin dan pemberi semangat. Bila bertemu ganda terbaik Korea Chang Ye Na/Lee So Hee, peluang Greysia untuk menang terbuka lebar meski peringkat pasangan Korea itu hanya berada tiga strip di bawah Greysia Nitya yang berada di tempat kedua, bawah pasangan kembar Tiongkok Luo Ying/Luo Yu. 

Permasalahan kembali muncul bila ganda kedua Indonesia turun, Della/Roshyta yang harus menantang Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan. Secara peringkat Jung/Shin masuk kategori elit, berada di rangking enam dunia. Sementara Della/Roshyta belum menunjukkan performa meyakinkan sebagai pelapis Greysia/Nitya. 

Peluang Indonesia 

Lantas, bagaimana peluang Indonesia menuju babak utama yang akan digelar di Kunshan, Tiongkok, 15-22 Mei mendatang? 

Sebagai informasi awal, dua tim teratas dari setiap grup kualifikasi akan lolos ke babak perempatfinal. Usai babak grup baru dilakukan pengundian babak perempatfinal (dua unggulan teratas dipisahkan dan tim yang berada di grup yang sama tak akan bertemu lagi serta runner up grup bersua juara grup) untuk bertempur meraih tiket semifinal sekaligus tiket menuju babak utama. 

Asia berhak mengirim enam wakil ke babak utama Piala Thomas plus kemungkinan satu tiket tambahan jika pada babak playoff mampu mengalahkan wakil zona Eropa. Sementara tim Uber,  Asia diwakili lima kontestan. Nah, hemat saya peluang Tim Thomas dan Tim Uber untuk tampil di babak utama sama-sama terbuka, meski dengan hasil akhir yang berbeda-bedar. 

Sebagai tuan rumah dan juara bertahan, Tiongkok dan Jepang otomatis lolos ke babak utama. Dengan demikian sudah ada dua slot tersisa yang bisa diambil oleh tim-tim lain. 

Sekalipun Indonesia gagal menembus babak final atau semifinal, Hendra Setiawan cs bisa mendapatkan satu jatah mengingat Indonesia secara peringkat tim BWF berada di urutan ketiga. Ketentuan dalam turnamen ini, tim dengan rangking tim BWF tertinggi (bukan posisi akhir di turnamen) di luar semifinalis, berhak lolos ke babak utama. 

Ket.gambar: tim uber (badmintonindonesia.org)


Demikianpun di sektor putri. Tiongkok sebagai tuan rumah sekaligus juara bertahan tinggal menanti lawan-lawannya di babak utama. Sekalipun Indonesia gagal lolos ke semifinal, Nitya Maheswari dan kolega tetap mengantongi tiket ke babak utama dengan catatan Jepang dan Korea Selatan (rangking 2 dan 3) lolos semifinal bersama Thailand (rangking 4) atau India (rangking 5). Dengan demikian Indonesia yang berada di rangking enam berpeluang mendampingi  tim-tim unggulan di atas. 

Bila skenario di atas berjalan demikian adanya dapat dikatakan Indonesia sudah dipastikan lolos ke babak utama. Sehingga kesempatan kuaifikasi ini menjadi ajang pemanasan sekaligus cermin untuk melihat kekuatan dan kelemahan tim dan para calon lawan meski sejumlah tim unggulan yang sudah lolos otomatis berpeluang tak menurunkan para pemain terbaik seperti Tiongkok yang menyimpan dua tunggal terbaik mereka, Lin Dan dan Chen Long. Selanjutnya tantangan terberat dan sesungguhnya adalah saat tampil di babak utama. 

Apakah tim Thomas mampu membawa trofi prestisius itu ke Indonesia setelah berpuasa sejak 2002? Demikianpun mampukan Tim Uber mengatasi paceklik gelar sejak 1996 silam?

N.B


Pembagian Grup Kualifikasi Asia Thomas Cup 2016: 
Grup A: [1] China, India, Singapura 
Grup B: [4] Jepang, Malaysia, Srilanka, Nepal 
Grup C: [3] Indonesia, Taiwan, Thailand, Maladewa 
Grup D: [2] Korea Selatan, Hongkong, Filipina 

Pembagian Grup Kualifikasi Asia Uber Cup 2016: 
Grup A: [1] China, Malaysia, Hongkong 
Grup B: [4] Thailand, Taiwan, Srilanka 
Grup C: [3] Korea Selatan, Indonesia, Maladewa 
Grup D: [2] Jepang, India, Singapura 


Sumber tulisan: 
Badmintonindonesia.org 
@BadmintonINDO 
Badmintalk

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Kompasiana, Rabu 3 Februari 2016.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/charlesemanueldm/jalan-terjal-indonesia-menuju-piala-thomas-uber-2016_56b1d14750f9fd6d09c6c706




No comments:

Post a Comment

Blog Archive

Video Bar

Loading...

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon Kembali ke Puncak Ranking Dunia

Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya. Gambar: www.badmintonindonesia.org Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon kembali ke ben...