(pada mulanya adalah KATA...)

Thursday, December 15, 2016

Saat Aroma dan Kehangatan Jadi Satu, Siapa Dapat Menolak?

Ilustrasi dari TemanHatiID

Kompasianival 2016 memang sudah lama lewat. Namun jejak ajang kopi darat terbesar pada 8  Oktober lalu di Gedung Smesco, Gatot Subroto, Jakarta Selatan itu akan selalu dikenang. Salah satu daya dorong yang membat ingatan pada momen tersebut tetap bertahan ialah keterkejutan yang terjadi. Baik karena perjumpaan yang tak disengaja, maupun karena pertemuan dengan kesan tersendiri.

Salah satu narasumber yang membuat saya berdecak kagum ialah Fenita Jayanti. Model, presenter dan aktris yang karib disapa Fenita Arie ini terlihat langsing seperti sedia kala. Padahal pada akhir Agustus lalu, wanita kelahiran Pelembang itu baru saja melahirkan anak ketiga.

Saat diberi kesempatan berbicara, istri dari mantan VJ MTV, yang kini familiar sebagai presenter kondang, Arie Kuncoro Untung alias Arie Untung, mengaku bahwa menjadi ibu untuk tiga orang anak tak membuatnya kehilangan alasan untuk tidak menjaga penampilan.

Selain menjaga tubuh tetap proporsional, wanita yang telah berusia kepala tiga itu memiliki cara tersendiri untuk membuat dirinya tetap segar dan bersemangat. Tanpa tedeng aling-aling, wanita kelahiran 31 Agustus itu mengaku bahwa Kayu Putih Aromatherapy menjadi andalan utamanya.
“Baru lahiran rasanya kucel dan minder. Namun saya memiliki cara tersendiri. Setelah mandi langsung pakai aromaterapi. Aroma terapi ini membuat hidup lebih semangat,”tandasnya.

Apa yang disebutkan wanita berambut pendek tersebut merupakan satu dari sekian banyak khasiat dari produk terbaik dari Cap Lang itu. Masih ada khasiat lain, tergantung dari varian yang dipilih.

“Jadwal padat, pekerjaan rumah banyak lantas kerap membuat mood down. Karena itu langsung pake aromaterapi rose yang membuat semangat kembali lagi,”lanjutnya.
Fenita Arie (tengah) dan Astrid Adelaide Siregar (kanan) saat mendemonstrasikan cara memakai Kayu Putih Aromatherapy di boot Cap Lang pada ajang Kompasianival 2016, 8 Oktober lalu/dok.pri

Natural, Memadukan Aroma dan Kehangatan
Yang disebutkan Fenita di panggung Kompasianival itu dipertegas oleh Astrid Adelaide Siregar. Ditemui terpisah di sela-sela acara, wanita yang menjabat sebagai Brand Manager PT.Eagle Indo Pharma itu membeberkan lebih jauh tentang Kayu Putih Aromatherapy.

Dengan tanpa menampik keberadaan minyak kayu putih Cap Lang yang telah melegenda, Astrid mengaku bahwa kehadiran Kayu Putih Aromatherapy dengan empat varian yakni ekaliptus, rose, lavender, dan green tea merupakan bagian dari inovasi yang dilakukan Cap Lang. Efek kehangatan sebagaimana diberikan minyak kayu putih umumnya kini berpadu-padan dengan aroma.

Bila sebelumnya selalu identik dengan kehangatan dan bau khas yang terkadang membuat para pemakai kurang percaya diri untuk keluar rumah, maka kehadiran empat varian ini membuat orang-orang muda khususnya bisa menggunakannya dengan tanpa merasa risih dengan aroma yang mengganggu.

Malah menurut Astrid, empat varian, yang mula-mula muncul jenis ekaliptus pada 2011, lantas berlanjut dengan tiga varian lainnya setahun lalu, secara tidak langsung ingin menggandeng kaum muda agar memilih produk-produk anyar ini sebagai bagian dari gaya hidup.

“Perbedaaan utama dengan kayu putih umumnya adalah dari aroma dan kehangatan. Yang sekarang ini lebih banyak dipakai oleh anak-anak dan tertutup di dalam rumah.  Bagi yang berusia 20-an tahun dan mau keluar rumah kurang pede. Kita-kita yang anak muda mau beraktivitas tidak perlu khawatir lagi,”tandas Astrid.
Meski kini hadir dengan aneka aroma khas, kualitas kayu putih tetap tidak hilang. Pasalnya komposisi yang terkandung dalam kayu putih ini bersifat natural dengan kandungan ekaliptus murini atau seratus persen pada varian ekaliptus.

”Sementara itu tiga varian lainnya yakni rose, green tea dan lavender, 97,5 persen adalah minyak ekaliptus. Tidak ada yang lain,”tegas Astrid.

Praktis dan Tanpa Efek Samping
Jangan salah menggunakan produk aroma terapi ini bila ingin merasakan aroma maksimal. Berbeda dengan jenis terdahulu, empat varian ini memiliki cara penggunaan sedikit berbeda. Bila produk sebelumnya kita bisa langsung menghirup aromanya dari botol, tidak demikian dengan empat varian aromateraphy.

Bila kita langsung menghirup dari botolnya maka yang tercium hanyalah aroma ekaliptus atau minyak kayu putih. Sementara tiga varian lainnya kita perlu lebih dahulu meneteskannya di tangan, lantas mengusap-usap. Setelah itu oleskan di bagian yang dibutuhkan. Beberapa saat kemudian aroma yang dinanti perlahan tetapi pasti akan tercium.

“Aroma ekaliptus pelan-pelan hilang dan muncul aroma sesuai varian,”beber Astrid.

Cara tersebut tentu mudah dilakukan. Bila ingin terus merasakan kehangatan dan aromanya kapan dan di mana saja, maka kita bisa membekali diri dengan selalu menyediakan kayu putih berukuran 15 ml (atau 30 ml, 60 ml, 120 ml, dan 210 ml tergantung kebutuhan) dalam tas yang mudah dibawah ke mana-mana. Sehingga saat kita membutuhkannya kapan dan di mana saja maka kita akan dengan mudah mendapatkannya.

Tentu kayu putih aromaterapi ini benar-benar menjawab kebutuhan siapa saja. Bagi anak-anak meski tidak dianjurkan tidak ditabukan. Asalkan terlebih dahulu dipastikan tingkat kehangatannya.

“Sebenarnya untuk anak-anak tingkat kehangatan beda karena itu pake minyak kayu putih. Anak-anak mau pake aromatherapy harus dicek sesuai atau tidak dengan tingkat kehangatan,”terang Astrid.

Namun demikian produk ini sama sekali tidak memiliki efek samping. Seperti dikatakan Astrid, kayu putih aromatherapy diproduksi untuk menjawab kebutuhan sesuai dengan jenis kulit Asia umumnya dan Indonesia khususnya.

Siapa Dapat Menolak?
Dari ajang Kompasianival dan kunjungan singkat ke booth Kayu Putih Aromatherapy hari itu saya membawa pulang banyak hal baru. Tidak hanya tentang varian baru minyak yang sudah sejak kecil saya akrabi dan hingga kini masih dekat dengan keluarga kami. Juga saya mendapatkan oleh-oleh atau buah tangan secara gratis berupa satu dos Kayu Putih Aromahterapy lengkap dengan keempat varian itu.

Sesampai di rumah saya tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali merasakan kehangatan dan aroma khas dari setiap varian. Tak lupa saya membagikannya dengan anggota keluarga terdekat. Respoan dari keluarga saya sungguh luar biasa.

Sudah sejak lama keluarga kami akrab dengan minyak kayu putih. Munculnya empat varian baru membuat saudara-saudari saya yang semula agak risih atau lebih tepatnya merasa sudah tidak pas waktu dan tempat untuk menggunakannya mulai tertarik.

Regina misalnya. Saudari berusia 25 tahun ini langsung jatuh hati dengan aroma green tea. Ia mengaku aromanya sangat sejuk dan segar. Saat menghirupnya terasa lega dan pikiran serasa terbuka.
Berdasarkan penuturan Astrid varian ini lebih cocok saat baru bangun tidur. Setelah dioles dan dihirup aromanya maka kesegaran langsung terpancar.

Respon positif datang dari saudara lelaki saya, Romy. Ia baru saja tamat SMA sehingga benar-benar menjaga penampilannya. Mula-mula ia agak risih saat diminta untuk mencoba Kayu Putih Aromatherapy. Namun setelah saya memberikan penjelasan singkat dan lebih dari itu ia sendiri melakukan dan merasakan efeknya, maka penolakan semula berubah menjadi jatuh hati.

Ia tertarik dengan varian rose. Meski berjenis kelamin pria, aroma bunga mawar merupakan salah satu favoritnya. Selain menyukai aromanya, rose cocok dipakai saat kita melakukan perjalanan. Ia menjadi teman yang cocok untuk menghadapi kemacetan, pekerjaan yang menumpuk atau tuntutan deadline yang membuat pikiran terkuras dan kadang membuat mood menjadi hilang.

Seakan menjadi penawar sekaligus pembangkit semangat, varian rose kembali menghadirkan kesegaran dan membuat semangat muncul lagi tak lama setelah menghirup aromanya.
Ilustrasi dari TemanHatiID

“Bunga Rose kaya dengan berbagai vitamin, diantaranya vitamin A, B3, C, D, dan E... vitamin A dan vitamin E yang sangat baik untuk membantu mengelupaskan sel kulit mati. Sehingga kulit kamu akan lebih fresh dan lebih cerah karena sudah diganti dengan sel kulit yang baru,”petikan informasi di akun facebook TemanHatiID.

Algia, remaja 15 tahun tertarik dengan aroma ekaliptus. Seperti aroma kayu putih umumnya, produk ini memang lebih terasa efeknya saat cuaca buruk yang membuat kondisi tubuh terganggu. Rasa kurang enak badan, hidung tersumbat bisa diatasi dengan ekaliptus.

Akhirnya saya sendiri menyukai varian lainnya yakni lavender. Aroma bunga lavender benar-benar mendatangkan ketenangan. Bukan rahasia lagi bunga yang telah dikenal sejak zaman romawi kuno dengan nama ilmiah Lavandula afficinalis syn.L. angustifolia (Lamiaceae) telah menjadi langganan produk pewangi. Aromanya benar-benar khas dan menggoda.

Cap Lang menghadirkan kembali aroma tersebut dengan perpaduan ekaliptus untuk menghadirkan kehangatan pula. Selain kehangatan, aromanya akan membuat kita tenang dan rileks. Siapa sangka aroma Lavender mampu menurunkan kadar stres karena kandungan zat aktif yang dikandungnya. 

Seperti dipaparkan @SahabatHatiID, zat aktif tersebut adalah zat aktif linalool yang mampu menurunkan kadar neutrophil dan membunuh zat yang mengaktifkan stres pada 100 lebih gen.
Seperti diterangkan Astrid dan Fenita, produk ini cocok dipakai setelah lelah seharian bekerja, menjadi teman saat dipijit dan digosok sebelum tidur.

Mengutip TemanHatiID, “Dengan mengoleskan Kayu Putih Aromatherapy varian Lavender pada tubuh, lalu menghirup aroma yang keluar setelahnya akan membuatmu lebih rileks saat tidur. Ketika tubuh rileks, kamu akan lebih cepat tertidur dan tidurpun akan berkualitas.”

Dengan empat varian dengan banyak faedah, masihkan kita enggan menggunakan Kayu Putih Aromatherapy? Bisa dipastikan selain anak-anak dan orang tua, kaum muda sekalipun tak kuasa menolaknya. 

No comments:

Post a Comment

Video Bar

Loading...

Indonesia Sabet 2 Gelar Korea Open 2017

Anthony Ginting (kanan) dan Jonatan Christie, finalis #KoreaSS 2017/badmintonindonesia.org Pertama kali sejak naik level menjadi turnam...