(pada mulanya adalah KATA...)

Monday, December 12, 2016

Peluang Indonesia di Perang Bintang World Superseries Finals 2016

Marcus/Kevin/badmintonindonesia.org

Tahun lalu di ajang Dubai World Superseries Finals, Indonesia membawa pulang satu gelar melalui Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Pada turnamen penutup tahun kali ini yang akan dimulai sejak 14-18 Desember, Merah Putih pun menggantung target tinggi.

Empat wakil Indonesia, masing-masing dua utusan di nomor ganda putra (Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya dan Angga Pratama/Ricky Karanda) dan ganda campuran (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto), akan beradu dengan enam pemain terbaik lainnya.

Delapan pemain terbaik dari setiap nomor telah dibagi ke dalam dua grup, selanjutnya akan memainkan sistem “round-robin” untuk memperebutkan dua tempat di babak semifinal.

Hasil undian yang baru saja dilakukan mengharuskan terjadinya “perang saudara” di babak grup. Marcus/Kevin dan Angga/Ricky sama-sama tergabung di grup A, demikianpun Owi/Butet-sapaan Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby di grup pertama. Demi menghindari permainan sabun, maka seturut aturan pertandingan pertama akan lebih dulu mempertemukan wakil dari negara yang sama.
Jelas, harus ada satu wakil Indonesia di setiap nomor itu yang kehilangan poin di laga perdana.  Bila ingin mengamankan dua tempat ke babak knock out maka kekalahan di laga pertama itu harus ditebus dengan sapu bersih kemenangan di dua laga selanjutnya.

Target Juara Marcus/Kevin
Sarat tersebut jelas tidak mudah, apalagi keempat wakil Indonesia tergabung di grup sulit. Marcus/Kevin dan Angga/Ricky harus bersaing dengan unggulan teratas Takeshi Kamura/Keigo Sonoda serta pasangan Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding.

Duo Jepang sedang on fire setelah memenangkan gelar super series pertama mereka di Hong Kong pada akhir November. Namun Marcus/Kevin memiliki catatan bagus sepanjang tahun ini dengan tiga gelar super series, masing-masing di Australia, India dan China Open.

Pertandingan Angga/Ricky dan Marcus/Kevin akan menarik sekaligus menentukan. Pemenang dalam laga ini akan mendapatkan modal bagus untuk dua pertandingan selanjutnya. Statistik head to head lebih berpihak pada Marcus/Kevin, dua kali mempecundangi seniornya itu masing-masing di laga puncak Australia Open dan India Open tahun ini.
Drawing ganda putra/bwfbadminton.com.

Dua kekalahan itu melecut Angga/Ricky untuk balas dendam. Kemenangan atas pasangan rangking empat dunia itu akan membuka kans bagi Angga/Ricky untuk melaju ke babak gugur. Pasalnya Angga/Ricky memiliki sejarah sempurna saat bertemu Kamura/Sonoda. Pasangan rangking delapan dunia itu belum pernah kalah dalam empat pertemuan dengan wakil Negeri Sakura yang kini berada di rangking lima dunia.

Lantas bagaimana dengan duo Mads? Bagi Marcus/Kevin pertemuan pertama sekaligus satu-satunya di All England 2015 menjadi pengingat bahwa ancaman bisa datang kapan saja. Secara peringkat dan prestasi tahun ini, Marcus/Kevin lebih baik ketimbang pasangan nomor 11 dunia itu. Namun pengalaman  dan kematangan duo Mads menjadi nilai lebih yang bisa mengancam Marcus/Kevin. Demikianpun bagi Angga/Ricky.

Siapa yang akan lolos dari fase grup berpeluang menghadapi peraih perak Olimpiade Rio Goh V Shem / Tan Wee Kiong. Unggulan dua dari Malaysia ini akan berebut kemenangan dengan dua kali finalis BWF Superseries Finals dari Tiongkok, Chai Biao/Hong Wei, pasangan senior Denmark Mathias Boe/Carsten Mogensen serta pemain muda Tiongkok lainnya Li Junhui / Liu Yuchen.
Sama seperti Marcus/Kevin yang mematok target juara guna menyempurnakan prestasi mereka tahun ini, begitu juga Chai/Hong. Dua kali menjadi runner-up di ajang yang sama memantik semangat untuk meraih gelar.

"Ini peristiwa yang sangat penting bagi saya dan saya sudah siap. Mudah-mudahan, kali ini kami akan mendapatkan gelar,"tandas Chai kepada bwfbadminton.com.

Akan sangat menarik bila melihat dua pasangan muda itu saling bertarung di partai puncak.

Akhiri catatan buruk Owi/Butet
Sementara itu di sektor ganda campuran, Owi/Butet akan bersaing dengan para peraih gelar bergengsi tahun ini. Mula-mula menghadapi juniornya yang juga jawara All England tahun ini, Praveen/Debby lantas bertemu juara Denmark Open Joachim Fischer Nielsen / Christinna Pedersen serta pasangan nomor satu dunia dari Korea Selatan Ko Sung Hyun / Kim Ha Na.

Boleh dibilang grup ini menjadi salah satu grup neraka di ajang ini. Dua wakil Merah Putih akan membuka grup maut ini dengan rekor kemenangan sepenuhnya di tangan Owi/Butet. Tak terkalahkan dalam empat pertemuan menjadi bukti bahwa Owi/Butet masih superior atas juniornya itu.

Owi/Butet tentu ingin meraih hasil sempurna di laga pertama. Dari deretan prestasi kelas dunia yang sudah mereka raih, Superseries Finals adalah satu pengecualian. Tak hanya itu, sejak keikutsertaan pertama mereka pada 2011 lalu, pemilik tiga gelar Juara Dunia ini bahkan belum pernah sekalipun lolos dari fase grup.
Ganda campuran/bwfbadminton.com

Tentu saja kehadiran Owi/butet kali ini ingin mengakhiri rekor buruk tersebut. Setelah melewati hadangan rekan senegara, Owi/Butet masih harus berhadapan dengan Joachim/Christinna yang memiliki rekam jejak pertemuan yang lebih bagus. Dari sembilan kali pertemuan, Joachim/Christinna menang lima kali. Namun pasangan nomor enam dunia itu kandas di pertemuan terakhir di Malaysia Open. Kekalahan tersebut akan menjadi modal bagu bagi Owi/Butet.

Terlepas dari siapa yang akan lolos ke babak knock out, di grup B juara bertahan asal Inggris Chris Adcock / Gabrielle Adcock akan bertarung dengan dua pasangan Tiongkok Lu Kai / Huang Yaqiong dan Zheng Siwei / Chen Qingchen serta wakil Jepang Kenta Kazuno / Ayane Kurihara. Bagaimana jadinya bila Owi/Butet dan pasangan suami istri Adcock bertemu di laga puncak?

Mimpi Tai Tzu Ying
Ajang ini menorehkan sejarah indah bagi tunggal putri nomor satu dunia Tai Tzu Ying. Dua tahun lalu pemain Taiwan itu tampil sebagai juara. Kali ini ia akan bersaing dengan pemain Korea Selatan Sung Ji Hyun, He Bingjiao serta pemain terbaik Thailand Ratchanok Intanon di grup B.

Dua musuh bebuyutan, finalis Olimpiade Rio Carolina Marin dan Pusarla Venkata Sindhu akan kembali bertemu. Di grup ini keduanya akan bersaing dengan unggulan kedua dari Jepang Akane Yamaguchi serta satu-satunya wakil Tiongkok Sun Yu.

Dengan tanpa terlalu memusingkan peringkat dunia yang disandangnya, Tai berjanji akan tampil maksimal untuk mengulangi catatan manis tahun 2014 itu.
Tunggal putri/bwfbadminton.com

"Saya menikmati permainan dan memberikan yang terbaik di lapangan. Saya belum memikirkan banyak tentang menjadi No.1. Ini lebih penting untuk orang di sekitar saya. Saya merasa tidak ada tekanan saat datang kesini sebagai unggulan teratas.,"tandas Tai.

Di sektor putra Lee Chong Wei akan mengejar kesempurnaan setelah dinobatkan sebagai “Male Player of the Year.” Tiga kali juara Superseries Final ini akan bersaing dengan Son Wan Ho dari Korea Selatan, pemain Hong Kong Ng Ka Long serta pemain muda Denmark Viktor Axelsen.
Di grup A, pemain senior Denmark Jan O Jorgensen akan bersaing dengan Tian Houwei (Tiongkok), Marc Zwiebler (Jerman) dan  wakilHong Kong Hu Yun.

Berbeda grup menjadi kesempatan bagi Chong Wei dan Jorgensen untuk mengukir sejarah. Tanpa juara Olimpiade Rio, Chen Long, tetap tak mengurangi semangat Jorgensen untuk meraih gelar.
"Saya harus menikmati diriku sendiri. Para pemain benar-benar seperti itu di sini sebagaimana pembagian yang sangat bagus,"aku Jorgensen.
Tunggal putra/bwfbadminton.com

Bagaimana ganda putri? Indonesia kehilangan kesempatan setelah Greysia Polii/Nitya K Mahewswari mundur di saat-saat akhir. Seperti Chong Wei, turnamen ini akan memantik ganda Jepang Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi untuk menyempurnakan predikat pemain putri terbaik dunia tahun ini (Female Player of The Year).

Bila di sektor putri partai ulangan final Olimpiade Rio kembali terjadi di fase grup tidak di sektor ini. Misaki/Ayaka akan mengambil jalan berbeda dengan Christinna Pedersen / Kamilla Rytter Juhl dari Denmark.

Di grup A Misaki/Ayaka akan ditantang wakil Korea Chang Ye Na / Lee So Hee; rekan senegaranya Naoko Fukuman / Kurumi Yonao serta juara bertahan Luo Ying / Luo Yu (Tiongkok).
Sedangkan Christinna/ Kamilla bersaing dengan wakil Korea Jung Kyung Eun / Shin Seung Chan; wakil Malaysia yang mengambil jatah Greysia/Nitya, Vivian Hoo / Woon Khe Wei serta ganda Tiongkok Chen Qingchen / Jia Yifan.

Pertemuan Misaki/Ayaka dan duo Luo menjadi sajian menarik di fase grup. Demikianpun rematch final Olimpiade Rio menjadi harapan tersendiri.
Ganda putri/bwfbadminton.com
N.B
Jadwal pertandingan (rencananya akan disiarkan @KompasTV sejak Jumat, 16/12)
Rabu,14 Desember 2016
Note: WIB= waktu Dubai + 3 jam
Hamdan Sports Complex - 1
1. Starting at 9:00 AM
MS - Group A
TIAN Houwei [3/4] vs Marc ZWIEBLER [5/8]
2. Followed by WS - Group A
SUNG Ji Hyun [3/4] vs Ratchanok INTANON [5/8]
3. Followed by MD - Group A
Takeshi KAMURA/Keigo SONODA [1] vs Mads CONRAD-PETERSEN/Mads Pieler KOLDING [5/8]
4. Starting at 1:00 PM XD - Group B
Chris ADCOCK/Gabrielle ADCOCK [5/8] vs Kenta KAZUNO/Ayane KURIHARA [5/8]
5. Followed by WS - Group B
SUN Yu [3/4] vs Carolina MARIN [5/8]
6. Followed by MD - Group B
V Shem GOH/ Wee Kiong TAN [2] vs Mathias BOE/ Carsten MOGENSEN [5/8]
7. Followed by MS - Group B
SON Wan Ho [2] vs LEE Chong Wei [5/8]
8. Followed by WD - Group B
Kamilla Rytter JUHL/Christinna PEDERSEN [2] Vivian HOO/Khe Wei WOON [5/8]
9. Followed by WS - Group B
Akane YAMAGUCHI [2] vs PUSARLA V. Sindhu [5/8]
10. Starting at 7:00 PM WD - Group B
JUNG Kyung Eun/SHIN Seung Chan [3/4] vs CHEN Qingchen/JIA Yifan [5/8]
11. Followed by MS - Group B
NG Ka Long Angus [3/4] vs Viktor AXELSEN [5/8]
Hamdan Sports Complex - 2
1. Starting at 9:00 AM XD - Group A
KO Sung Hyun/KIM Ha Na [1] vs Joachim FISCHER NIELSEN/Christinna PEDERSEN [3]
2. Followed by XD - Group B
LU Kai/HUANG Yaqiong [2] vs ZHENG Siwei/CHEN Qingchen [4]
3. Followed by WS - Group A
TAI Tzu Ying [1] vs HE Bingjiao [5/8]
4. Starting at 1:00 PM WD - Group A
CHANG Ye Na/ LEE So Hee [3/4] vs LUO Ying/ LUO Yu [5/8]
5. Followed by MS - Group A
Jan O JORGENSEN [1] vs HU Yun [5/8]
Hamdan Sports Complex - 3
1. Starting at 9:00 AM XD - Group A
Tontowi AHMAD/Liliyana NATSIR [5/8] vs Praveen JORDAN/Debby SUSANTO [5/8]
2. Followed by MD - Group A
Marcus Fernaldi GIDEON/Kevin Sanjaya SUKAMULJO [3/4] vs Angga PRATAMA/RickyKaranda SUWARDI [5/8]
3. Followed by MD - Group B
CHAI Biao/HONG Wei [3/4] vs LI Junhui/ LIU Yuchen [5/8]

4. Starting at 1:00 PM WD - Group A
Misaki MATSUTOMO/Ayaka TAKAHASHI [1] vs Naoko FUKUMAN/Kurumi YONAO [5/8]

Tulisan ini pertama kali dipublikasikan di Kompasiana, 13/12/2016

No comments:

Post a Comment

Video Bar

Loading...

Tolak Penyalahgunaan Obat!

Penny K. Lukito, Kepala BP POM RI (dokpri) Area seputaran Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta hampir tak pernah sepi sepanjang hari terma...