Posts

Tim Thomas dan Uber Indonesia Pastikan Tiket Putaran Final di Tiongkok

Image
J uara bertahan Tiongkok (gambar bwfbadminton.com) Seperti sudah diperkirakan sebelumnya, Tim Uber Indonesia pun mendapat satu jatah di putaran final Piala Thomas dan Uber yang akan dihelat di Kunshan, Tiongkok, 15-22 Mei 2016. Walau tersingkir di babak perempatfinal, Lindaweni dan kolega pun menyusul tim Piala Thomas yang tampil sebagai juara di babak kualifikasi yang dihelat di Hyderabad, India beberapa waktu lalu. Kepastian keikutsertaan Tim Uber di putaran final berdasarkan pengumuman resmi dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) setelah melakukan penghitungan poin peringkat dunia berdasarkan hasil kualifikasi Piala Thomas dan Uber atau yang disebut Continental Team Event yang digelar di lima zona yaitu Asia, Eropa, Oseania, Pan Amerika dan Afrika. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari badmintonindonesia.org, Tim Uber menempati peringkat keenam dari 16 slot yang tersedia. Tiongkok menempati posisi pertama dan sudah dipastikan lolos sebagai juara b ertahan dan tua...

Jejak Panjang Sianida (Tersisa) di Kopi Wayan Mirna

Image
Dr.Budiawan tengah memberikan pandangan, didampingi Veronica Hervy, Mercy Tirayoh dan dipandu Glory Oyong (foto dokumen pribadi) Pagi masi muda. Hari itu, Sabtu 22 Februari. Kereta Commuter Line jurusan Tanah Abang baru saja merapat di stasiun Palmerah. Dalam langkah setengah memburu, saya memilih tangga berjalan menuju lantai dua. Sekilas menyapu pandangan ke sekeliling stasiun ‘wah’ berwarna dominan putih yang kabarnya menghabiskan biaya renovasi tak kurang dari Rp36 miliar, berbelik ke kanan mengambil jalur jembatan penyebrangan yang berujung di titik kumpul segerombol tukang ojek yang berburu menarik pelanggan.  Tak ambil pusing dengan keramaian lalu lintas membawa arus manusia menuju pusat kota di akhir pekan yang mendung. Abai pada tawaran tukang ojek, langkah kaki segera diayunkan. Melawan arus, menyusuri trotoar yang tak jelas peruntukannya. Di benak hanya satu yang terpikirkan: segera sampai di tujuan dan sejauh dapat tak meleset dari jadwal. Tak jauh memang d...

Leicester Favorit, Spurs Juara Mengapa Tidak?

Image
Claudio Ranieri (kiri) dan Mauricio Pochettino (gambar bbc.com) Liga Primer Inggris baru melewati separuh jalan. Sebagian besar kontestan sudah memainkan 27 laga. Peluang juara sudah mulai terlihat. Sebelumnya, nama Leicester City santer disebut-sebut sebagai favorit juara. Kini Tottenham Hotspur perlahan tapi pasti mulai menunjukkan diri, tak bisa tidak dimasukkan dalam daftar kandidat juara pula. “Semua orang berbicara tentang Leicester tetapi tidak ada seorang pun yang berbicara tentang Tottenham. Pelan, pelan, tenang, tenang mereka menang,”ungkap pelatih Leicester, Claudio Ranieri dikutip dari Daily Mail. The Foxes berada di puncak dengan 56 poin setelah Jose Ulloa menjadi pahlawan berkat gol tunggalnya ke gawang Norwich City, Sabtu (28/2) lalu. Pada waktu bersamaan Tottenham pun memetik poin sempurna saat menjamu Swansea City. Gol Alberto Paloschi sempat membuat seisi White Hart Lane terdiam hingga separuh babak. Namun, Nacer Chadli dan Danny Rose tampil sebagai pem...

Tommy Sugiarto, All England dan Mental yang Membelenggu

Image
Tommy Sugiarto (badmintonindonesia.org) Kurang dari sepekan lagi All England 2016 akan dimulai. Turnamen bulu tangkis tertua sekaligus salah satu yang paling bergengsi akan dihelat di Birmingham, Inggris sejak 8-13 Maret ini. Ajang akbar yang memasuki edisi ke-106 itu menjadi bidikan sekaligus idaman setiap pebulutangkis dunia. Mereka tak hanya ingin tampil mencari nama, dan memburu ‘kue’ dengan nilai total 550.000 USD.  Para pebulutangkis pun ingin merebut 11.000 ribu poin yang bakal jatuh ke tangan sang juara. Jumlah poin sebanyak itu lebih dari cukup untuk ditabung dan menjadi modal berharga untuk digerai saat penghitungan poin Olimpiade Rio de Janeiro pada Mei nanti. Dengan sisa waktu yang sedikit ini, turnamen Yonex German Open 2016 menjadi ajang ‘pemanasan’ yang pas. Tak heran sejumlah pebulutangkis Indonesia pun dikirim mengikuti kompetisi di RWE Sporthalle, Mulheim an der Ruhr yang sudah dimulai sejak 1 hingga 6 Maret nanti.  Kendala  Sayang t...

Jalan Sunyi Sang Penepok Bulu

Image
Rian Sukmawan (gambar dari badmintonindonesia.org) Segala sesuatu ada waktunya. Segala hal ada masanya. Ada saatnya lahir dan menjadi ada, ada pula saatnya mati dan tiada. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, nama Rian Sukmawan pernah mengisi lembaran sejarah bulu tangkis tanah air. Ia memang tak setenar dan sepopuler bintang tepok bulu lainnya. Namun dedikasi dan totalitasnya di bidang ini membuatnya patut disebut dan kini layak kita kenang. Di tempat kelahirannya, Semarang, ia pun mengakhiri ziarahnya di dunia fana ini. Kabar duka itu berhembus pada Sabtu, (27/2) malam. Rian yang lahir 21 November 1985 tutup usia tak lama setelah ambil bagian dalam pertandingan eksibisi. “Habis main (dia) keluar (dari hall ) bilang capek, tiba-tiba ada yang memberi kabar bahwa Rian tak bias dibangunkan. Dibawa ke rumah sakit, Rian sudah nggak ada,”demikian keterangan Rendra Wijaya, tandem Rian sebagai pemain ganda seperti dukutip dari pbdjarum.org. Tak disebutkan apa penyebab...

Gianni Infantino, FIFA dan Kita

Image
Gianni Infantino (sumber gambar Dailymail.co.uk) Tentu ada kekagetan ketika Gianni Infantino memenangkan pemilihan presiden FIFA dalam Kongres Luar Biasa organisasi tersebut di Zurich, Swiss, Jumat (26/02). Salah satu alasan, presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Shekh Salman lebih dijagokan mengingat tingkat popularitasnya cukup tinggi dan digadang-gadang mendapat dukungan dari Asia dan Afrika.  Sebaliknya ada yang merasa ‘biasa saja’ saat pria kelahiran Swiss berusia 45 tahun itu memenangkan pemungutan suara, mengungguli Shekh Salman. Ada yang sudah menduga bahwa mantan sekretaris jenderal UEFA itu lebih berpeluang memanfaatkan momentum mundurnya Michel Platini setelah disanksi delapan tahun dan belakangan dikurangi menjadi dua tahun.  Meski namanya paling akhir masuk dalam bursa pencalonan, ketimbang Pangeran Ali dari Jordania, berikut mantan sekjen FIFA Jerome Valcke serta politisi Afrika Selatan Tokyo Sexwale yang mundur di detik-detik akhir pemil...

(Bukan) Basa-basi Pencabutan Pembekuan PSSI dan KLB FIFA

Image
Gambar diambil dari BBC.com Ada satu pertanyaan menggelitik dari rencana pencabutan Pembekuan PSSI yang baru saja dikumandangkan Presiden Joko Widodo, Rabu (24/02/2016) petang dan Kongres Luar Biasa FIFA, Jumat (26/02) besok: apa arti semua itu? Lebih persis, adakah perubahan signifikan yang akan terjadi di jagad sepak bola domestik dan dunia setelah dua momentum itu terlaksana?  Saat ini, baik sepak bola dalam negeri maupun dunia diterpa badai yang satu dan sama: krisis. Tepatnya, krisis kepemimpinan, meski akibatnya berbeda-beda. Bagi Indonesia buntut krisis itu terlihat jelas. Sanksi keras FIFA yang memojokkan bahkan menukikkan sepak bola kita di titik nadir.  Sementara FIFA sedang mencari pemimpin reformatif untuk memulihkan kepercayaan dunia sekaligus membersihkan diri dari noda skandal korupsi, suap dan sebagainya yang berujung pada hancurnya status quo Sepp Blatter dan kroni-kroninya. Selama kurang lebih 18 tahun digenggam pria legendaris Swiss itu, FIFA ...