| Lionel Messi usai kemenangan Argentina atas Inggris di semifinal Piala Dunia 2026/XinHua/Cao Can
|
Tim nasional Inggris dan timnas Spanyol akan saling berhadapan di babak final Piala Dunia 2026. Laga ini bakal digelar di New York New Jersey Stadium pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari WIB.
Kapten timnas Inggris, Lionel Messi mengakui Spanyol adalah lawan berat. Spanyol menunjukkan performa meyakinkan terutama di fase gugur, terutama ketika menggasak favorit juara lainnya yakni Prancis dengan skor 2-0 di babak semifinal.
Sementara itu, Argentina ke partai pamungkas dengan mencatatkan “comeback” apik atas Inggris dengan skor 2-1.
Messi menyadari Spanyol yang ditangani Luis de la Fuente adalah skuad yang tangguh yang diisi para pemain berkualitas. Ia mengenal sejumlah pemain timnas Spanyol terutama yang menjadi bagian dari Barcelona.
"Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Spanyol adalah tim yang sangat bagus. Saya mengenal banyak pemain mereka, dan banyak di antaranya bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan masih saya ikuti sampai sekarang," tandas Messi.
Mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain (PSG) itu menyadari pertandingan final nanti akan menyajikan atmosfer berbeda. Bahkan suasana itu sudah terasa sejak lagu kebangsaan berkumandang.
"Meskipun ini hanya sebuah pertandingan sepak bola, sejak lagu kebangsaan dikumandangkan kami sudah merasakan sesuatu yang istimewa."
Terkait pertandingan final nanti, pemain Inter Miami itu menegaskan bahwa timnya akan berjuang maksimal untuk meraih kemenangan. Ia menyadari bahwa jutaan rakyat Argentina berada di belakang mereka sambil menaruh harapan agar gelar Piala Dunia 2026 bisa diraih.
"Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Rakyat Argentina benar-benar sangat menginginkan hasil ini," tutupnya.
Jadwal final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina:
Final Piala Dunia 2026
Jadwal: Senin, 20 Juli 2026
Kick Off: Pkl 02.00 WIB
Venue: New York New Jersey Stadium
Live: TVRI, TVRI Sports
Live Streaming: Maxstream, Folaplay
Popular posts from this blog
Menulis membuat saya bisa melihat dari dekat orang nomor satu di negeri ini “Menulislah terus jangan berhenti, suarakan hati nuranimu. Kemudian setelah itu biarlah tulisan itu membela dirinya sendiri, biarlah tulisanmu itu mengikuti takdirnya.” (Buya Hamka) Saya baru mengenal petikan masyur di atas belakangan, jauh bertahun-tahun setelah saya bergumul dengan dunia tulis-menulis. Ketika itu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak ada maksud atau tujuan khusus saat itu. Yang ada hanya satu: menulis dan terus menulis. Bisa jadi perkenalan saya dengan dunia menulis berjalan beriringan dengan ketertarikan saya pada dunia literasi umumnya. Perkenalan saya dengan dunia menulis karena aktivitas membaca yang saya geluti pada waktu bersamaan. Membaca dan menulis menjadi satu paket. Ibaratnya, dua sisi berbeda untuk menandai sebuah koin yang sama. Itu semua tidak timbul serta-merta. Paket itu muncul, kemudian ...
Ilustrasi permainan Angry Birds di Android/gambar dari 9to5google.com Untuk apa membeli sebuah smartphone baru? Itulah pertanyaan yang kerap berkelebat di kepala saya ketika berencana membeli sebuah telepon pintar. Banyak alasan, tentu. Ketika smartphone saya satu-satunya kecopetan di sebuah angkutan umum, mau tidak mau saya perlu segera mendapatkan yang baru. Urusan akan berbeda, ketika dalam situasi seperti itu saya memiliki lebih dari satu handphone. Terlepas dari itu, mustahil hidup di zaman sekarang tanpa sebuah smartphone, bukan? Bukan hanya urusan komunikasi, seperti namanya, perangkat yang satu ini sudah bisa menjembatani banyak kebutuhan dan menangkup aneka hasrat manusia. Mulai dari urusan komunikasi, menunjang pekerjaan sehari-hari, hingga urusan hiburan. Mendengarkan musik, menikmati layanan video streaming, memainkan aneka game menarik, hingga bermain video game, untuk sekadar menyebutkan beberapa contoh hiburan yang bisa diberikan smartphone masa kin...
Foto dari KAYA.ID Situasi politik di tanah air sedang panas. Titik didih semakin meningkat dan diprediksi akan menjadi-jadi mendekati hari H pemilihan langsung presiden dan wakil presiden Indonesia yang tak lebih dari tiga bulan lagi. Nah, ketika politik membuat kawan bisa menjadi lawan karena kepentingan menjadi segala-galanya, dengan cara apa kita bisa bersatu? Tanpa berpikir panjang kita bisa menyebut olahraga. Tengok saja ketika tim kesayangan kita bertanding atau kala atlet kebanggaan negara bertarung. Kita kompak memberi dukungan. Saat kemenangan diraih kita serempak bersuka ria. Sebaliknya, sedih dan tangis akan melitani bersama saat kemenangan gagal diraih. Selain olahraga-yang juga memiliki sisi destruktif dalam anarki dan huru-hara, musik adalah medium lain yang membuat kita bersekutu. Tidak ada dikotomi antara kawan dan lawan, kita dan mereka, lokal dan asing, kulit putih dan hitam, rambut kriting dan lurus, tua dan muda ketika berada di hadapan kesenian. Semu...
Comments
Post a Comment