| Meksiko vs Republik Ceko/Xinhua/Li Muzi
|
Tim nasional Meksiko berhasil menjaga performa impresif selama fase grup. Tuan rumah mencatatkan kemenangan ketiga di matchday terakhir Grup A Piala Dunia 2026. Bermain di Mexico City Stadium, Kamis (25/6) pagi WIB, tuan rumah mencatatkan kemenangan tiga gol tanpa balas atas Republik Ceko.
Tiga gol tuan rumah dicetak oleh Mateo Chavez, Julian Quinones, dan Alvaro Fidalgo.
Tambahan tiga poin Meksiko pun sempurna di fase grup dengan sembilan poin. Meksiko lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup. Sementara itu, Republik Ceko hanya meraih satu poin dari tiga pertandingan dan dipastikan tersingkir lebih awal.
Republik Ceko finis di belakang Korea Selatan (3 poin) dan Afrika Selatan (4 poin).
Secara keseluruhan pertandingan Meksiko menghadapi Ceko terutama di babak pertama berjalan seimbang. Kedua tim mampu melepaskan lebih dari tiga tembakan ke gawang lawan. Bedannya tak satu pun upaya Ceko mengenai sasaran.
Meksiko membuka keunggulan di awal babak kedua. Tepat di menit ke-55 Mateo Chavez berhasil menggetarkan gawang Ceko usai menuntaskan umpan Luis Roma. Kurang dari sepuluh menit kemudian, El Tri berhasil menggandakan keunggulan.
Kali ini giliran Julián Quinones. Top skor Saudi Pro League musim ini berhasil mengkonversi umpan Jorge Sanchez untuk memberikan keunggulan 2-0 bagi timnya.
Tidak sampai di situ. Agresivitas para pemain Meksiko membuahkan gol ketiga di penghujung laga. Tepatnya di menit ke-90+4, Alvaro Fidalgo berhasil menutup keran gol tuan rumah sekaligus memastikan rekor sempurna mereka sepanjang fase grup.
Susunan pemain Republik Ceko ersus Meksiko:
Ceko (3-4-2-1): Matej Kovar; Ladislav Krejci, Robin Hranac, Tomas Holes; David Doudera, Lukas Cerv, Michal Sadilek, Vladimir Coufal; Denis Visinsky, Pavel Sulc; Adam Hlozek.
Pelatih: Miroslav Koubek.
Meksiko (4-1-4-1): Raul Rangel; Mateo Chavez, Cesar Montes, Israel Reyes, Jorge Sanchez; Luis Romo; Edson Alvarez, Gilberto Mora, Julian Quinones, Guillermo Martinez; Roberto Alvarado.
Pelatih: Javier Aguirre.
Popular posts from this blog
Menulis membuat saya bisa melihat dari dekat orang nomor satu di negeri ini “Menulislah terus jangan berhenti, suarakan hati nuranimu. Kemudian setelah itu biarlah tulisan itu membela dirinya sendiri, biarlah tulisanmu itu mengikuti takdirnya.” (Buya Hamka) Saya baru mengenal petikan masyur di atas belakangan, jauh bertahun-tahun setelah saya bergumul dengan dunia tulis-menulis. Ketika itu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak ada maksud atau tujuan khusus saat itu. Yang ada hanya satu: menulis dan terus menulis. Bisa jadi perkenalan saya dengan dunia menulis berjalan beriringan dengan ketertarikan saya pada dunia literasi umumnya. Perkenalan saya dengan dunia menulis karena aktivitas membaca yang saya geluti pada waktu bersamaan. Membaca dan menulis menjadi satu paket. Ibaratnya, dua sisi berbeda untuk menandai sebuah koin yang sama. Itu semua tidak timbul serta-merta. Paket itu muncul, kemudian ...
Ilustrasi permainan Angry Birds di Android/gambar dari 9to5google.com Untuk apa membeli sebuah smartphone baru? Itulah pertanyaan yang kerap berkelebat di kepala saya ketika berencana membeli sebuah telepon pintar. Banyak alasan, tentu. Ketika smartphone saya satu-satunya kecopetan di sebuah angkutan umum, mau tidak mau saya perlu segera mendapatkan yang baru. Urusan akan berbeda, ketika dalam situasi seperti itu saya memiliki lebih dari satu handphone. Terlepas dari itu, mustahil hidup di zaman sekarang tanpa sebuah smartphone, bukan? Bukan hanya urusan komunikasi, seperti namanya, perangkat yang satu ini sudah bisa menjembatani banyak kebutuhan dan menangkup aneka hasrat manusia. Mulai dari urusan komunikasi, menunjang pekerjaan sehari-hari, hingga urusan hiburan. Mendengarkan musik, menikmati layanan video streaming, memainkan aneka game menarik, hingga bermain video game, untuk sekadar menyebutkan beberapa contoh hiburan yang bisa diberikan smartphone masa kin...
Foto dari KAYA.ID Situasi politik di tanah air sedang panas. Titik didih semakin meningkat dan diprediksi akan menjadi-jadi mendekati hari H pemilihan langsung presiden dan wakil presiden Indonesia yang tak lebih dari tiga bulan lagi. Nah, ketika politik membuat kawan bisa menjadi lawan karena kepentingan menjadi segala-galanya, dengan cara apa kita bisa bersatu? Tanpa berpikir panjang kita bisa menyebut olahraga. Tengok saja ketika tim kesayangan kita bertanding atau kala atlet kebanggaan negara bertarung. Kita kompak memberi dukungan. Saat kemenangan diraih kita serempak bersuka ria. Sebaliknya, sedih dan tangis akan melitani bersama saat kemenangan gagal diraih. Selain olahraga-yang juga memiliki sisi destruktif dalam anarki dan huru-hara, musik adalah medium lain yang membuat kita bersekutu. Tidak ada dikotomi antara kawan dan lawan, kita dan mereka, lokal dan asing, kulit putih dan hitam, rambut kriting dan lurus, tua dan muda ketika berada di hadapan kesenian. Semu...
Comments
Post a Comment