| Timnas Spanyol vs Tanjung Verde/AFP/ROBERTO SCHMIDT
|
Tim nasional Spanyol harus puas dengan hasil imbang di matchday pertama Grup H Piala Dunia 2026. Menghadapi Tanjung Verde di Atlanta Stadium pada Senin, 15 Juni 2026 malam WIB, La Furia Roja harus puas dengan hasil imbang tanpa gol.
Spanyol seperti prediksi sebelum pertandingan mampu mendominasi permainan. Namun, tembok kokoh debutan Piala Dunia itu sungguh sulit ditembus. Alhasil, kedua tim pun harus berbagi satu poin.
Hasil imbang ini tentu tidak sesuah harapan Spanyol yang mencatatkan penguasaan bola 74 persen dan memiliki 734 umpan akurat dan memiliki tujuh tembakan tepat sasaran.
Sebaliknya, bagi Tanjung Verde hasil ini lebih dari cukup menandai awal yang manis di panggung akbar Piala Dunia.
Spanyol pun harus berjuang di laga-laga selanjutnya demi menjaga peluang lolos ke babak selanjutnya.
Pelatih Spanyol, Luis de la Fuente mengakui timnya tidak tampil dalam performa terbaik terutama dari aspek penyelesaian peluang.
"Kami kurang segar, kurang sentuhan akhir yang halus. Saya pikir pertandingan pertama juga sedikit memberikan dampak kepada kami."
Pelatih asal Spanyol itu sessungguhnya sudah memprediksi laga tidak akan berjalan mudah. Sebab, Tanjung Verde punya organisasi pertahanan yang solid.
"Kami sudah mengetahui tingkat kesulitannya. Sebelum pertandingan kami sudah melakukan penilaian bahwa laga ini akan sulit melawan tim yang bermain sangat dalam dengan blok pertahanan rendah dan juga memiliki kondisi fisik yang sangat baik yang akan menimbulkan masalah.”
Walau demikian, Spanyol berhasil menciptakan banyak peluang. Sayangnya, tidak satu pun berbuah manis.
"Meski begitu, kami menciptakan cukup banyak peluang untuk mencetak gol."
Susunan pemain Spanyol versus Tanjung Verde:
Spanyol: Unai Simon; Marcos Llorente, Pau Cubarsi, Aymreic Laporte, Marc Cucurella; Pedri, Rodri, Fabian Ruiz; Ferran Torres, Mikel Oyarzabal, Gavi.
Pelatih: Luis de la Fuente.
Tanjung Verde: Vozinha; Steven Moreira, Pico Lopes, Diney Borges, Jovane Cabral; Kevin Pina, Laros Duarte; Ryan Mendes, Jamiro Monteiro, Sidny Cabral; Dailon Livramento.
Pelatih: Bubista.
Popular posts from this blog
Menulis membuat saya bisa melihat dari dekat orang nomor satu di negeri ini “Menulislah terus jangan berhenti, suarakan hati nuranimu. Kemudian setelah itu biarlah tulisan itu membela dirinya sendiri, biarlah tulisanmu itu mengikuti takdirnya.” (Buya Hamka) Saya baru mengenal petikan masyur di atas belakangan, jauh bertahun-tahun setelah saya bergumul dengan dunia tulis-menulis. Ketika itu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak ada maksud atau tujuan khusus saat itu. Yang ada hanya satu: menulis dan terus menulis. Bisa jadi perkenalan saya dengan dunia menulis berjalan beriringan dengan ketertarikan saya pada dunia literasi umumnya. Perkenalan saya dengan dunia menulis karena aktivitas membaca yang saya geluti pada waktu bersamaan. Membaca dan menulis menjadi satu paket. Ibaratnya, dua sisi berbeda untuk menandai sebuah koin yang sama. Itu semua tidak timbul serta-merta. Paket itu muncul, kemudian ...
Ilustrasi permainan Angry Birds di Android/gambar dari 9to5google.com Untuk apa membeli sebuah smartphone baru? Itulah pertanyaan yang kerap berkelebat di kepala saya ketika berencana membeli sebuah telepon pintar. Banyak alasan, tentu. Ketika smartphone saya satu-satunya kecopetan di sebuah angkutan umum, mau tidak mau saya perlu segera mendapatkan yang baru. Urusan akan berbeda, ketika dalam situasi seperti itu saya memiliki lebih dari satu handphone. Terlepas dari itu, mustahil hidup di zaman sekarang tanpa sebuah smartphone, bukan? Bukan hanya urusan komunikasi, seperti namanya, perangkat yang satu ini sudah bisa menjembatani banyak kebutuhan dan menangkup aneka hasrat manusia. Mulai dari urusan komunikasi, menunjang pekerjaan sehari-hari, hingga urusan hiburan. Mendengarkan musik, menikmati layanan video streaming, memainkan aneka game menarik, hingga bermain video game, untuk sekadar menyebutkan beberapa contoh hiburan yang bisa diberikan smartphone masa kin...
Foto dari KAYA.ID Situasi politik di tanah air sedang panas. Titik didih semakin meningkat dan diprediksi akan menjadi-jadi mendekati hari H pemilihan langsung presiden dan wakil presiden Indonesia yang tak lebih dari tiga bulan lagi. Nah, ketika politik membuat kawan bisa menjadi lawan karena kepentingan menjadi segala-galanya, dengan cara apa kita bisa bersatu? Tanpa berpikir panjang kita bisa menyebut olahraga. Tengok saja ketika tim kesayangan kita bertanding atau kala atlet kebanggaan negara bertarung. Kita kompak memberi dukungan. Saat kemenangan diraih kita serempak bersuka ria. Sebaliknya, sedih dan tangis akan melitani bersama saat kemenangan gagal diraih. Selain olahraga-yang juga memiliki sisi destruktif dalam anarki dan huru-hara, musik adalah medium lain yang membuat kita bersekutu. Tidak ada dikotomi antara kawan dan lawan, kita dan mereka, lokal dan asing, kulit putih dan hitam, rambut kriting dan lurus, tua dan muda ketika berada di hadapan kesenian. Semu...
Comments
Post a Comment