(pada mulanya adalah KATA...)

Wednesday, October 17, 2018

Tentang Sapi dan Kotorannya di Kaki Merapi


Sapi-sapi yang dikelola Koperasi Sapi Merapi Sejahtera (SAMESTA)/Danone
Saya sudah beberapa kali ke Yogyakarta. Namun Solo dan Klaten adalah pengecualian. Karena itu kunjungan lapangan para peserta Danone Blogger Academy bagi saya tak ubahnya bonus jalan-jalan gratis.

Setelah tiga hari penuh berkutat di ruang tertutup dengan seabrek informasi, saatnya ke-20 peserta beranjangsana ke lapangan. Kesempatan indah itu terjadi pada 12 hingga 14 Oktober 2018 lalu.
Kami mendapat kesempatan melihat dari dekat sejumlah unit usaha grup Danone berikut kegiatan CSR yang telah dan sedang dikembangkan. Patut diakui jadwal kegiatan tiga hari itu cukup padat. Tak heran kami harus berkejaran dengan waktu agar tak ada bagian yang terlewat. Meski demikian semangat para peserta tak juga padam.

Dini hari tanggal 12 Oktober kami sudah berkumpul di Bandara Soekarno Hatta. Kami memburu penerbangan pukul 06.50 menuju Yogyakarta. Itulah awal petualang kami. Di hari pertama kami mensambangi Pabrik Sarihusada di Kemudo, Klaten. Tidak lupa kami melihat dari dekat CSR Danone yang dijalankan di desa tersebut.

Tidak hanya pengembangan ekonomi, lingkungan, dan kesehatan masyarakat, CSR Danone juga menyasar dunia pendidikan. Danone turut andil memberikan edukasi gizi dan kesehatan kepada masyarakat umumnya dan kepada generasi muda khususnya. Di salah satu bagian Taman Pintar Yogyakarta, Danone hadir dengan aneka permainan edukatif.

Kegiatan hari pertama itu diakhiri dengan kunjungan ke Merapi. Danone juga ambil bagian pasca erupsi gunung tersebut beberapa tahun silam. Merapi project begitulah namanya. Ada apa di sana? Nanti saya akan jelaskan pada bagian tersendiri.

Di hari kedua, kami mengunjungi pabrik aqua di Klaten. Ini bukan kali pertama saya bertandang ke pabrik aqua. Sebelumnya saya pernah berkunjung ke pabrik serupa di daerah Kebun Candi, Pasuruan, Jawa Timur.

Tidak ada yang berbeda dari pabrik ke pabrik. Selain diferensiasi produk, keamanan tetap menjadi nomor satu. Setiap pengunjung tidak bisa tidak harus mematuhi peraturan yang berlaku. Bagi aqua keselamatan adalah nomor satu. Tidak hanya para pegawainya, tetapi juga setiap pengunjung.
Tidak heran sebelum berkeliling, kami diberikan rompi khusus. Tidak lupa petugas terkait memberikan arahan terkait prosedur keselamatan yang berlaku di tempat tersebut.
Danone group selalu mengedepankan aspek keselamatan/Danone
Seperti pabrik lainnya, aqua juga memiliki unit CSR di Klaten. Tak begitu jauh dari lokasi pabrik berdiri sebuah unit CSR yang memfokuskan perhatian pada pengolahan sampah plastik. Nama unit usaha tersebut komunitas pengelola sampah Rukun Santoso. Letaknya di Karanglo, Kecamatan Polanharjo.

Mengakhiri hari kedua kami mendapat kesempatan untuk menguji adrenalin di Pusur river tubing. Letaknya tak jauh dari pabrik aqua Klaten. Menariknya, arena wisata dan olahraga ini dikelola oleh sebuah komunitas yang ketuanya merupakan karyawan Danone. Selain menyediakan berbagai fasilitas bagi para peserta, komunitas ini juga mengambil tanggung jawab untuk menjaga kebersihan sungai tersebut.

Terselenggaranya kegiatan tersebut tidak lepas dari campur tangan Danone. Bekerja sama dengan Pemerintah Desa Karanglo dan Desa Polan, mereka menjalankan Program Kali Bersih (Prokasih). Sasarannya adalah Kali Pusur yang melintas kedua desa tersebut. Selain menjadi arena wisata dan olahraga, kerja sama antarpihak itu bertujuan untuk mengendalikan pencemaran Kali Pusur dan mengembalikan fungsi sungai dengan segala manfaatnya bagi masyarakat.
River tubing di Kali Pusur/Danone
Oh ya, kami juga berkesempatan mengunjungi Rumah Sumber dan Taman Keanekaragaman Hayati. Letaknya masih di wilayah Klaten. Di sana terdapat dua sumur, masing-masing sebagai sumber air produksi aqua dan sumber air minum bagi masyarakat sekitar. Pemeliharaan sumber mata air ini mendapat perhatian serius dari Danone. Tidak hanya melindungi sumur dari pencemaran, Danone juga ambil bagian menjaga lingkungan sekitar. Daerah sekitar ditanami aneka pohon termasuk tumbuhan langka yang tidak banyak ditemukan di tempat lain.

Sapi dan Kotorannya
Seperti disinggung sebelumnya, Danone Grup melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika tengah mengembangkan Pusat Pelayanan Pertanian dan Peternakan Terpadu. Lokasinya di Padukuhan Plosokerep, Desa Umbulharjo, Sleman. Apa yang disebut sebagai Merapi project ini sebenarnya dimaksudkan sebagai program revitalisasi masyarakat terdampak bencana erupsi Merapi.

Proyek tersebut dimulai pada 2013 silam. Di lahan seluas 1,7 hektar, berdiri sejumlah kandang sapi modern yang mampu menampung hingga 240 ekor sapi. Tidak hanya kandang, tempat tersebut juga dilengkapi laboratorium mini, cooling unit, biogas digester, hingga milking equipment.

Tidak hanya itu, tersedia pula fasilitas belajar bagi petani dan peternak yang dilengkapi lahan percontohan permanen untuk budidaya pertanian, perikanan, dan peternakan ternak kecil.
Salah satu unit di Peternakan Sapi Angkringan/Danone
Sampai di kaki Merapi ketika mentari bernjak ke peraduan tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menjelajah dari sudut ke sudut. Hampir semua fasilitas itu kami sambangi. Kami melihat dari dekat bagaimana sapi-sapi berbagai ukuran dirawat. Dengan tenaga terampil, sapi-sapi itu dimandikan, diberi makan dan diperah susunya.

Rupanya tidak semua sapi perah itu bisa diperah kapan saja. Ada masa tertentu yang memungkinkan sapi-sapi tersebut bisa diambil susunya. Masa setelah melahirkan adalah saat paling tepat untuk mengambil susu. Pengambilannya pun menggunakan alat pemerah susu.

Kandang-kandang sapi pun dilengkapi dengan saluran pembuangan. Semuanya terpusat pada bak penampungan yang terletak di salah satu sisi. Di sana kotoran sapi akan diendapkan hingga berbentuk padat. Selanjutnya akan dikeringkan untuk dijadikan pupuk. Saat kotoran itu telah dikarungkan tak tercium sedikitpun aroma tak sedap.
Memastikan tak ada aroma tak sedap pada pupuk/Danone
Menurut pihak Sarihusada, keberadaan proyek ini tidak hanya untuk menyediakan susu bagi pabrik Danone. Tetapi juga membantu para petani yang berada di sekitar. Setidaknya ada lima desa yang bermitra dengan Sarihusada yakni Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Glagaharjo, Hargobingangun, serta Desa Purwobinangun.

Selain menjadi unit penunjang usaha Danone dan membantu ekonomi dan kesehatan masyarakat sekitar, tempat tersebut juga menjadi wahana edukasi. Di bawah Koperasi Sapi Merapi Sejahtera (SAMESTA) dibuka paket wisata edukasi peternakan.

Paket ini menawarkan ragam tema menarik mulai dari input ternak, budidaya sapi perah, pengolaan produk hingga analisa bisnis. Para peserta juga akan diajari cara pembuatan konsentrat atau pakan ternak, hingga bagaimana membuat yogurt dan es krim yogurt. Proses belajar akan didampingi peternak ahli dengan prosentase 70 persen praktik dan 30 persen teori.

Siapa saja bisa bertandang ke tempat ini dan menimba ilmu dan pengalaman menarik. Mulai dari anak TK hingga mahasiswa, akademisi dan praktisi. Waktu belajar pun fleksibel, mengikuti waktu yang dimiliki para peserta belajar. Ayo datang ke kaki Merapi!
Susu segar dari Kaki Merapi/Danone


Post a Comment

1 comment:

  1. Suka dengan river tubingnya. Cara melestarikan alam yang patut dicontoh.

    ReplyDelete

Sudah Berapa Pohon yang Kau Tanam dan Pelihara, Kawan?

Foto Agung Han Sudah berapa pohon yang kita tanam dan pelihara? Masing-masing orang tentu punya pengalaman beragam dengan pepohonan. Ada...