Posts

Showing posts from 2022

Pertanian Regeneratif, Pikir sebelum Beli, hingga Rahasia Membuat Konten Viral

Image
Moderator dan para narasumber acara Danone Engagement Day 2022: dok Danone Isu lingkungan tidak akan pernah tuntas dibahas. Soal tempat tinggal manusia dengan seribu satu persoalan. Salah satu yang patut menjadi perhatian adalah pemanasan global yang disebabkan oleh perilaku manusia yang tidak ramah lingkungan. Kesadaran ini kembali dilecut oleh Danone Indonesia dalam acara #DanoneCommunityEngagementDay2022 yang mengambil tema “Mengenal Penerapan Bisnis Berkelanjutan untuk Indonesia Lestari.” Acara yang dilakukan secara daring pada Kamis, 1 September 2022 itu dihadiri oleh segenap komunitas Danone Digital Academy dan menghadirkan sejumlah pembicara. Mereka adalah Budi Rahardjo selaku Agriculture Manager Danone Indonesia, Annie Wahyuni yang menjabat Downstream Packaging Manager Danone Indonesia, dan Gerald Vincent yang adalah konten kreator. One Planet One Health Sebagai perusahaan makanan dan minuman (FMCG) terbesar di dunia, Danone tid

Mengapa Serat Penting Bagi Kesehatan Anak?

Image
Ilustrasi alergi: schoolofparenting.id Apakah para orang tua paham akan pentingnya serat bagi kesehatan anak? Faktanya, ternyata berbeda. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menunjukkan mayoritas penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun mengalami kekurangan serat. Sebanyak 95,5 persen tidak mendapat asupan serat memadai. Demikian juga kelompok usia lebih rendah. Sebanyak 9 dari 10 anak kekurangan asupan serap. Rata-rata pemenuhan kebutuan serat anak Indonesia berusia 1-3 tahun hanya seperempat atau rata-rata 4,7 gram per hari dari total kebutuhan harian. Jumlah tersebut sungguh jauh dari rekomendasi Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur yakni 19 gram serat per hari. Hal itu menunjukkan rendahnya kesadaran dan kesanggupan kebanyakan orang tua untuk mencukupi asupan serat anaknya. Perlu upaya serius untuk membangun kebiasaan makan serat dan perjuangan lebih agar kebutuhan akan unsur yang satu itu tidak sampa

Peran Penting Orang Tua Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi (Refleksi Harganas 2022)

Image
Ilustrasi keluarga: shutterstock via Kompas.com Saat ini kita memasuki masa transisi. Setelah dua tahun terkungkung dalam kehidupan yang sempit tersebab pandemi Covid-19, kini kehidupan dalam semua aspek mulai berangsur pulih. Sekat-sekat isolasi dan pembatasan mobilitas fisik mulai dibuka. Tirai ruang interaksi personal dan sosial perlahan-lahan tersingkap. Sekolah-sekolah sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka. “Work From Home” (WFH) atau “Work From Anywhere” (WFA) sudah mulai ditinggalkan dan kembali ke model awal: “Work From Office” (WFO). Seperti sekolah dan kantor, ruang-ruang sosial dan publik lainnya pun mulai ramai. Nadi kehidupan serasa kembali berdenyut normal. Walau kembali ke kehidupan normal (baru), banyak hal tetap menuntut adaptasi dan persiapan tertentu. Dalam situasi seperti ini orang tua memainkan peran penting terutama untuk menuntun anak-anak kembali ke kehidupan seperti sebelum masa “pagebluk.” Anak-anak perlu dibekali agar tumbuh ke

Memahami Literasi Emosi dari "Literasi Emosi, Intelligence with A Heart"

Image
Tampak depan dan belakang dari buku "Literasi Emosi, Intelligence with A Heart: foto dokpri Kecerdasan itu tidak tunggal. Kita terkadang terpenjara pada pengagungan aspek intelektual sebagai standar utama kecerdasan. Kecerdasan intelektual ( intelligence quotient ) pun acapkali dipakai sebagai patokan untuk menilai seseorang. Howard Earl Gardner dan Elisabeth Hobbs adalah beberapa peneliti yang menunjukkan ketidaktunggalan kecerdasan manusia itu. Peneliti dan pengajar di Universitas Harvard ini kemudian melahirkan teori tentang kecerdasan majemuk ( multiple intelligences ). Kita bisa merunut perkembangan teori Gardner melalui sejumlah publikasinya mulai dari “Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences” (1983), “Multiple Intelligences: The Theory in Practice” (1993), “Intelligence Reframed: Multiple Intelligences for the 21st Century” (1999), hingga “Multiple Intelligences: New Horizons” (2006 ). Singkatnya, psikolog perkembangan asal Amerika yang sudah

Mengencangkan Gaya Hidup Halal di Bulan Ramadan

Image
Para narasumber dalam webinar Gaya Hidup Halal Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat”, Rabu (20/4/2022) lalu: foto screenshot dari YouTube CNN Indonesia. Halal, melansir kbbi.kemdikbud.go.id, memiliki tiga pengertian. Pertama, diizinkan atau tidak dilarang oleh syarak. Arti ini mengacu pada makanan misalnya. Arti kedua berarti sah. Arti lainnya adalah izin atau ampun. Halal diambil dari bahasa Arab yang berarti “diperbolehkan.” Secara sempit, dimaksudkan sebagai sesuatu (makanan atau minuman) yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut Islam. Kemudian predikat halal dilekatkan pada banyak hal, tidak hanya seputar makanan dan minuman saja. Bisa pada pakaian, bahkan belakangan ini mengacu pada produk-produk elektronik seperti kulkas. Label halal menjadi sesuatu yang penting agar dianggap lebih “berterima” di pasar Muslim. Hal ini kemudian dianggap sebagai peluang. Lantas dikemaslah berbagai konsep dengan embel-embel halal. Salah satu yang terkenal dan sedang menjadi perhati

Dari "Sekarang, Sumber Air Su Dekat" Menjadi "Sekarang, Masalah Air Su Banyak"

Image
Ilustrasi daerah kekurangan air: foto istimewa Sejak lebih dari satu dekade silam, jagat pertelevisian Tanah Air dihiasi iklan program sosial Danone Aqua yang terkenal dengan penggalan kalimat, “Sekarang, sumber air su dekat….” Frasa itu keluar dari mulut Dominggus Kabnani, seorang bocah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam dialek khas Timor. Seiring bertambah usianya, penggalan itu mulai mencapai kepenuhan seperti dalam lanjutan kalimat tersebut, “…karena mudah ambil air, katong (kita/kami) bisa hidup sehat.” Dalam konteks Dominggus dan lingkungannya, air untuk kebutuhan sehari-hari sudah bisa tercukupi. Mereka tak perlu bersusah payah lagi mendapat pasokan air bersih. Sumber air yang semula jauh dan untuk menjangkaunnya harus bersusah-payah, kini sudah berada di depan mata. Persoalan akses pada air bersih yang dialami Dominggus dan warga sekitarnya sesungguhnya adalah satu dari sekian masalah air yang saat ini tengah mengemuka. Masalah lain seperti tersingkap dalam W

#BreakTheBias dan Upaya Menciptakan Lingkungan Kerja Ramah Perempuan

Isu seputar perempuan masih tetap aktual hingga hari ini. Tak mengherankan, sejak 1975, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menginisiasi “Women International Day” atau Hari Perempuan Internasional. Banyak hal yang dimaksudkan dari peringatan yang jatuh saban 8 Maret itu. Tentu, tidak sekadar formalitas belaka, tetapi perlu memberi arti tersendiri terutama bagi kaum perempuan dan para pihak yang terkait. Tahun ini, #WomenInternationalDay2022 mengambil tema “BreakTheBias. Tajuk itu sudah jelas mengirim pesan. Berbagai bias gender dan kesalahpahaman perlu dilawan dan disingkirkan, dalam berbagai matra kehidupan. Danone Indonesia sudah menerjemahkannnya baik secara internal maupun eksternal. Hal ini terkuak saat webinar peringatan Hari Perempuan Sedunia pada Selasa, 8 Maret 2022 lalu. Mengusung tema “Perusahaan Ramah Keluarga Bantu Perempuan Indonesia Siapkan Generasi Maju” hadir sejumlah narasumber. Mereka adalah Indra Gunawan, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPP