Posts

Peran Penting Orang Tua Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi (Refleksi Harganas 2022)

Image
Ilustrasi keluarga: shutterstock via Kompas.com Saat ini kita memasuki masa transisi. Setelah dua tahun terkungkung dalam kehidupan yang sempit tersebab pandemi Covid-19, kini kehidupan dalam semua aspek mulai berangsur pulih. Sekat-sekat isolasi dan pembatasan mobilitas fisik mulai dibuka. Tirai ruang interaksi personal dan sosial perlahan-lahan tersingkap. Sekolah-sekolah sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka. “Work From Home” (WFH) atau “Work From Anywhere” (WFA) sudah mulai ditinggalkan dan kembali ke model awal: “Work From Office” (WFO). Seperti sekolah dan kantor, ruang-ruang sosial dan publik lainnya pun mulai ramai. Nadi kehidupan serasa kembali berdenyut normal. Walau kembali ke kehidupan normal (baru), banyak hal tetap menuntut adaptasi dan persiapan tertentu. Dalam situasi seperti ini orang tua memainkan peran penting terutama untuk menuntun anak-anak kembali ke kehidupan seperti sebelum masa “pagebluk.” Anak-anak perlu dibekali agar tumbuh ke

Memahami Literasi Emosi dari "Literasi Emosi, Intelligence with A Heart"

Image
Tampak depan dan belakang dari buku "Literasi Emosi, Intelligence with A Heart: foto dokpri Kecerdasan itu tidak tunggal. Kita terkadang terpenjara pada pengagungan aspek intelektual sebagai standar utama kecerdasan. Kecerdasan intelektual ( intelligence quotient ) pun acapkali dipakai sebagai patokan untuk menilai seseorang. Howard Earl Gardner dan Elisabeth Hobbs adalah beberapa peneliti yang menunjukkan ketidaktunggalan kecerdasan manusia itu. Peneliti dan pengajar di Universitas Harvard ini kemudian melahirkan teori tentang kecerdasan majemuk ( multiple intelligences ). Kita bisa merunut perkembangan teori Gardner melalui sejumlah publikasinya mulai dari “Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences” (1983), “Multiple Intelligences: The Theory in Practice” (1993), “Intelligence Reframed: Multiple Intelligences for the 21st Century” (1999), hingga “Multiple Intelligences: New Horizons” (2006 ). Singkatnya, psikolog perkembangan asal Amerika yang sudah

Mengencangkan Gaya Hidup Halal di Bulan Ramadan

Image
Para narasumber dalam webinar Gaya Hidup Halal Fondasi Indonesia Sehat dan Kuat”, Rabu (20/4/2022) lalu: foto screenshot dari YouTube CNN Indonesia. Halal, melansir kbbi.kemdikbud.go.id, memiliki tiga pengertian. Pertama, diizinkan atau tidak dilarang oleh syarak. Arti ini mengacu pada makanan misalnya. Arti kedua berarti sah. Arti lainnya adalah izin atau ampun. Halal diambil dari bahasa Arab yang berarti “diperbolehkan.” Secara sempit, dimaksudkan sebagai sesuatu (makanan atau minuman) yang diizinkan untuk dikonsumsi menurut Islam. Kemudian predikat halal dilekatkan pada banyak hal, tidak hanya seputar makanan dan minuman saja. Bisa pada pakaian, bahkan belakangan ini mengacu pada produk-produk elektronik seperti kulkas. Label halal menjadi sesuatu yang penting agar dianggap lebih “berterima” di pasar Muslim. Hal ini kemudian dianggap sebagai peluang. Lantas dikemaslah berbagai konsep dengan embel-embel halal. Salah satu yang terkenal dan sedang menjadi perhati

Dari "Sekarang, Sumber Air Su Dekat" Menjadi "Sekarang, Masalah Air Su Banyak"

Image
Ilustrasi daerah kekurangan air: foto istimewa Sejak lebih dari satu dekade silam, jagat pertelevisian Tanah Air dihiasi iklan program sosial Danone Aqua yang terkenal dengan penggalan kalimat, “Sekarang, sumber air su dekat….” Frasa itu keluar dari mulut Dominggus Kabnani, seorang bocah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam dialek khas Timor. Seiring bertambah usianya, penggalan itu mulai mencapai kepenuhan seperti dalam lanjutan kalimat tersebut, “…karena mudah ambil air, katong (kita/kami) bisa hidup sehat.” Dalam konteks Dominggus dan lingkungannya, air untuk kebutuhan sehari-hari sudah bisa tercukupi. Mereka tak perlu bersusah payah lagi mendapat pasokan air bersih. Sumber air yang semula jauh dan untuk menjangkaunnya harus bersusah-payah, kini sudah berada di depan mata. Persoalan akses pada air bersih yang dialami Dominggus dan warga sekitarnya sesungguhnya adalah satu dari sekian masalah air yang saat ini tengah mengemuka. Masalah lain seperti tersingkap dalam W

#BreakTheBias dan Upaya Menciptakan Lingkungan Kerja Ramah Perempuan

Isu seputar perempuan masih tetap aktual hingga hari ini. Tak mengherankan, sejak 1975, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menginisiasi “Women International Day” atau Hari Perempuan Internasional. Banyak hal yang dimaksudkan dari peringatan yang jatuh saban 8 Maret itu. Tentu, tidak sekadar formalitas belaka, tetapi perlu memberi arti tersendiri terutama bagi kaum perempuan dan para pihak yang terkait. Tahun ini, #WomenInternationalDay2022 mengambil tema “BreakTheBias. Tajuk itu sudah jelas mengirim pesan. Berbagai bias gender dan kesalahpahaman perlu dilawan dan disingkirkan, dalam berbagai matra kehidupan. Danone Indonesia sudah menerjemahkannnya baik secara internal maupun eksternal. Hal ini terkuak saat webinar peringatan Hari Perempuan Sedunia pada Selasa, 8 Maret 2022 lalu. Mengusung tema “Perusahaan Ramah Keluarga Bantu Perempuan Indonesia Siapkan Generasi Maju” hadir sejumlah narasumber. Mereka adalah Indra Gunawan, Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat Kemen PPP

P. Kalixtus Suban Hadjon, SVD dan Coklat Silverqueen

*P. Christoforus Abhayandi Sans, SVD Namanya Kalixtus Suban Hadjon. Pada masa kecilnya ia biasa disapa No Itu (ini kami dengar dari P. Frans Pora, SVD yang biasa memanggilnya demikian). Periode 2005-2007, saya masuk dan menjadi calon SVD sebagai novis di Novisiat Sang Sabda Kuwu (NSSK). Bersama 60-an teman lainnya kami diterima sebagai novis angkatan ke-13 dalam sebuah perayaan ekaristi meriah penerimaan jubah kebiaraan, 25 Agustus 2005. Salah seorang yang turut menjadi konselebran dalam perayaan itu adalah P. Kalix Suban Hadjon, SVD. Perawakannya cukup tinggi, berambut putih hampir seluruhnya, dan selalu menebarkan senyum. Kala tahun ajaran atau perkuliah dimulai, P. Kalix mengampu mata kuliah spiritualitas SVD. Ia selalu menyisipkan diskusi-diskusi menarik seputar SVD dan perkembangannya, juga tentang kaul-kaul. Waktu berlalu begitu cepat. Angkatan kami yang menyisahkan 30-an orang diperkenankan mengikrarkan kaul pertama. Kami dianggap telah menjadi anggota resmi S

Peringatan World Prematur Day: Menyadari Risiko dan Upaya Mencegah Kelahiran Prematur

Image
Ilustrasi dari fimela.com Tahukah Anda saban 17 November, dunia memperingati Hari Prematur Sedunia atau World Prematur Day? Sebagai informasi, Hari Prematur Sedunia bercikalbakal pada Mei 2010 di New York, AS. Sang pemula adalah European Foundation for The Care of Newborn Infant (EFCNI), Little Big Souls (Afrika) dan March of Dimes (AS). Peresmian dan perayaannya sendiri dimulai sejak 2011 bersamaan dengan bergabungnya National Premier Foundation (Australia). Tahun ini tema yang diusung adalah “Zero Separation, ACT NOW!” atau “Tak Ada Lagi Pemisahan. Bertindak Sekarang!” Tema ini tak terlepas dari kondisi dunia yang sedang dilanda pandemic COVID-19. Masa “pagbelbug” yang sudah berjalan hampir dua tahun ternyata juga membawa dampak besar buat para orang tua dengan bayi mereka yang lahir prematur. Danone Specialized Nutrition Indonesia memaknai peringatan itu melalui webinar Bicara Gizi bertajuk “Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur.