Posts

Showing posts with the label history

Mari “Move On” Bersama Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya

Image
Marcus Gideon dan Kevin Sanjaya/Badmintonindonesia.org Banyak komentar lepas berseliweran seiring bergulirnya Indonesia Open Super Series Premier. Hingga berakhirnya hari ketiga, Rabu (14/06), penyelenggaraan banyak celotehan mengemuka mulai dari soal kondisi venue dadakan dengan serba kekurangan di satu sisi dan kelebihan di sisi lain seperti lebih terasa dingin, hingga kejutan demi kejutan yang terjadi.   Tentang hal yang terakhir ini komentar yang mencuat kira-kira demikian. “Bila ingin merasakan keseruan maka jangan sampai menunggu hingga babak semi final dan final.” Komentar ini mengacu pada penampilan para pemain Indonesia yang tidak sedikit jumlahnya saat berlaga namun perlahan tetapi pasti mulai tereliminasi satu per satu. Tampaknya komentar ini sangat terasa hari ini. Seperti tahun-tahun kemarin, paling kurang sejak 2013, bergugurnya para pemain andalan secara tak terduga membangkitkan penyesalan. Sesal karena gagal mewujudkan harapan, tentu saja. Dari ...

Sambut BCA Indonesia Open 2017, Semarak Bertabur Prahara

Image
Peluncuran Indonesia Open SSP 2017 yang diwakili pihak BCA dan PBSI/Kompas.com Dalam hitungan hari Indonesia akan kembali berpesta. Satu dari lima turnamen bulu tangkis prestisius super series premier-selain di Inggris, Malaysia, dan China, akan menggoyang tanah air. Bertajuk BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP) akan dihelat selama sepekan sejak 12-18 Juni 2017. Sejak naik level pada 2011 menjadi turnamen bintang enam, hanya kalah kelas dari Olimpiade, Kejuaraan Dunia dan Super Series Finals, Indonesia Open selalu mencuri perhatian. Selain animo dan antusiasme penonton yang membuncah, apresiasi dan konsep pertandingan pun berbeda dari event sejenis lainnya.  Di kelasnya, Indonesia Open selalu menyediakan hadiah tertinggi. Tahun ini total hadiah sebesar USD 1 juta atau lebih dari Rp 13,5 miliar akan diperebutkan oleh para pebulu tangkis papan atas yang berasal dari 21 negara. Besaran hadiah tersebut persis seperti yang diperebutkan 10 pebulutangkis ter...

Air Mata Apriyani Rahayu

Image
Apriyani Rahayu mendapat pelukan dari Greysia Polii usai menangi Thailand GPG 2017/@AntoAgustian Berbadan gempal dengan tinggi hanya 164 cm, Apriyani Rahayu mampu mencuri perhatian di turnamen bulu tangkis level Grand Prix Gold yang baru saja berakhir di Bangkok, Thailand akhir pekan lalu. Berpasagan dengan Greysia Polii mereka sukses membungkam harapan tuan rumah Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong di partai final. Kemenangan straight set dengan skor cantik, 21-12 dan 21-12 itu menjadi kado manis di tur perdana mereka. Apriyani belum lama bertandem dengan Greysia, yang jauh lebih senior baik dalam pengalaman maupun usia. Keduanya diorbit oleh pelatih ganda campuran utama Eng Hian sejak sebelum berangkat ke Gold Coast, Australia, tempat kejuaraan beregu campuran dua tahunan, Piala Sudirman, dihelat.  Sebelum berangkat ke Negeri Kanguru Eng mencoba keduanya saat laga simulasi di Pelatnas Cipayung. Menghadapi pasangan lama Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putr...