(pada mulanya adalah KATA...)

Friday, July 20, 2018

Optimisme Artistik Jakarta Jelang Asian Games

Dekorasi nuansa Asian Games di bus transjakarta/foto dokpri

Jakarta, begitu juga Palembang, akan menjadi etalase mini saat penyelenggaraan Asian Games 2018. Sejak 18 Augustus hingga 2 September mendatang, kedua tempat itu akan menjadi pusat perhelatan pesta olahraga antarbangsa Asia yang ke-18.

Sebagai tuan rumah sekaligus ibu kota negara, Jakarta jelas menjadi salah satu pintu masuk utama. Berbagai persiapan telah dilakukan untuk menyambut para tamu. Sebanyak kurang lebih 11 ribu atlet dan ribuan ofisial akan bertandang ke tempat ini. Mereka akan beradu di berbagai venue yang ada di beberapa titik di ibu kota. Belum lagi para pendukung dari 44 negara peserta lainnya.

Selain persiapan sarana dan prasarana olahraga, Jakarta tentu perlu bersolek lebih jauh. Menyambut para tamu sejak dari tempat pertama kali mereka menjejakan kaki hingga ke lokasi pertandingan. Karena itu Jakarta, baik pemerintah maupun masyarakat umumnya ikut ambil bagian mempersiapkan diri.

Semarak Asian Games di ibu kota sudah terasa. Tidak hanya terlihat pada persiapan sarana dan fasilitas pertandingan. Tetapi juga kehadiran berbagai ornamen Asian Games di berbagai titik di ibu kota. Di jalan-jalan utama terpampang logo Asian Games. Papan reklame elektronik juga menayangkan warna-warni event akbar ini. Bila malam hari, pancaran lampu dari gedung dan perkantoran serta pendar cahaya kendaraan menambah semarak.

Tidak sampai di situ. Jakarta dan warganya memiliki aneka cara kreatif untuk mendemamkan Asian Games. Saya mencatat beberapa, sejauh pengamatan saya.

Pertama, dekorasi kantor. Pemandangan ini seperti terlihat di Kantor Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. Pernak-pernik Asian Games menghiasi halaman kantor. Tidak hanya itu umbul-umbul, baliho, dan spanduk bernuansa Asian Games terpasang rapi. Kesemarakan itu tidak hanya terlihat di area kantor tetapi juga menghiasi akses menuju kantor tersebut.

Kedua, spanduk juga terpasang di halaman depan sejumlah kantor. Dalam perjalanan dari kantor sejak dari arah Palmerah hingga Gatot Soebroto, terlihat spanduk berwarna merah di sejumlah gerbang masuk kantor.

Deretan spanduk terpasang di pagar kantor Kemenpora, Jakarta/foto dokpri
Tidak sampai di situ, di sisi beberapa gedung bertingkat pun terpasang ornament Asian Games. Tidak sedikit yang menambah sentuhan lampu untuk menambah semarak kala malam tiba.

Ketiga, pemerintah juga memanfaatkan fasilitas umum untuk mempromosikan Asian Games. Bagi para penumpang bus transjakarta, semarak Asian Games begitu terasa. Logo berikut potret para atlet menghiasi tubuh armada transportasi andalan warga ibu kota itu.
Hiasan di bus dan halte TransJakarta di daerah Gatot Soebroto/foto Dokpri
Tidak berhenti di situ. Setelah turun dari bus, tatapan mata para pengguna moda transportasi itu akan bertumbukkan dengan hiasan Asian Games di halte atau tempat pemberhentian.
Dengan tanpa harus menjadi penumpang transjakarta, sebagai pengguna moda transportasi lain saya pun bisa menikmati pemandangan tersebut. Berkendara dari Palmerah menuju Gatot Soebroto saya selalu berpasan dengan situasi tersebut.

Belum lagi di sejumlah titik terpasang poster dan spanduk Asian Games. Ada yang terikat di antara dua pohon di trotoar. Ada pula yang dipasang di sejumlah sisi jembatan penyebrangan.
Promosi Asian Games di jembatan penyebrangan di ibu kota/foto Dokpri
Pengguna kereta Komuter Line (KRL) pun akan mendapatkan kesan yang sama. Di beberapa titik di sejumlah sisi stasiun terpasang spanduk Asian Games. Ada yang dipasang di pagar pembatas. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan tempat parkir untuk menggaungkan Asian Games.

Ada cara lain yang lebih kreatif. Bila anda bepergian atau melintasi kawasan di sekitar Senayan, akan jamak ditemukan tian-tiang beton dengan besi-besi yang menyembul di permukaan. Bila sebelumnya  tubuh tiang-tiang itu dibiarkan tak terurus, beda halnya saat ini.  Tulisan besar “18.8.18” dan “Energy of Asia” tergurat di tubuh tiang-tiang itu. Dari jauh para pelintas sudah bisa melihat sajian artistik tersebut.
Memanfaatkan tiang beton untuk promosi Asian Games/Foto Dokpri
Tentu berbagai bentuk dukungan ini belum cukup. Seiring berjalannya waktu masih dibutuhkan antusiasme warga dan para penghuni ibu kota untuk membuat suasana menjadi lebih semarak. Spanduk, bendera, dekorasi, dan aneka ornament perlu diperbanyak. Tak kalah penting adalah bagaimana menata semua itu agar lebih artistik dan tak terlihat sembrono.

Itulah beberapa cara warga Jakarta menyambut Asian Games. Rupa-rupa kreasi artistik itu tidak lain tidak bukan untuk menyemarakkan event multisport empat tahunan tersebut. Lebih dari itu, menjadi bentuk optimisme siap menjadi tuan rumah, siap menyambut para tamu, siap menyukseskan seluruh rangkaian acara dan siap berprestasi di rumah sendiri.

Nah, apakah Anda juga sudah bersiap? Seperti apa semarak persiapan di kota Anda?






No comments:

Post a Comment

Belajar dari Inimasabi, Membangun Personal Branding di YouTube

Pemilik akun Inimasabi/dokpri Menulis bagi saya sudah menjadi makanan sehari-hari sejak sekolah menengah tingkat atas, lebih dari satu...