(pada mulanya adalah KATA...)

Tuesday, December 18, 2018

Membukukan Tulisan di Blog, Mengapa Tidak?

Nunik Utami, sudah menerbitkan lebih dari 50 buku/dokpri
Menulis adalah salah satu aktivitas yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Banyak medium tersedia, mulai dari yang konvensional hingga digital. Memanfaatkan jejaring sosial media untuk menuangkan gagasan, pikiran, atau pengalaman misalnya, sudah menjadi hal yang lumrah.

Urusan menjadi berbeda ketika membuat buku. Tentu, bukan perkara mudah membukukkan tulisan, atau membuat naskah untuk sebuah buku. Sudah sejak lama saya memimpikan menulis buku, meski menulis sudah menjadi makanan sehari-hari. Sudah ratusan bahkan ribuan tulisan yang saya buat, namun belum satu buku pun yang saya hasilkan.

Pertemuan dengan Nunik Utami pada Minggu, 16 Desember 2018 lalu sedikit banyak memompa semangat untuk terus memelihara mimpi menerbitkan buku. Tidak hanya itu, berani untuk mulai mengeksekusi alias membuat impian itu menjadi nyata.

“Jangan berhenti di sini. Bila bertemu penolakan, rasa malas menulis, bahkan rasa minder dan lain-lain hadapi dan taklukkan,” ungkap wanita kelahiran Yogyakarta, yang besar dan berdomisili di Jakarta.

Nunik sudah menerbitkan lebih dari 50-an buku. Tidak hanya itu, ratusan cerpen dan berbagai artikel sudah menghiasi sejumlah media di tanah air. Tidak berhenti di situ, ia juga menyebut diri sebagai blogger, editor, dan trainer penulisan.

Dengan pengalaman mengakrabi dunia kepenulisan sejak 2005 itu, Nunik dengan lancar membagikan sejumlah tips, tidak hanya kepada saya tetapi juga belasan peserta yang hadir dalam workshop yang diinisiasi oleh komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) bekerja sama dengan CNI, salah satu perusahaan MLM (Multi Level Marketing) tekemuka di Indonesia.


Hemat wanita berhijab ini, menulis buku itu sebenarnya pekerjaan mudah. Persoalan terbesar adalah kemauan dan semangat untuk memulai dan menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi. Jelas, untuk sampai pada tahap menerbitkan sebuah buku, ada proses panjang yang harus dilewati. Sebuah buku sampai ke pasaran membutuhkan campur tangan banyak pihak dengan tahapan yang tidak singkat.

Nah, bagi kita yang memiliki rasa percaya diri yang masih tipis, beberapa saran dari Nunik bisa dipertimbangkan. Pertama, mengikuti berbagai perlombaan. Ini bisa menjadi perangsang bagi kita untuk menulis. Biasanya dari setiap perlombaan ada kelanjutan dengan memilih para penulis dengan hasil terbaik untuk dibukukkan. Selain itu dengan mengikuti berbagai perlombaan keterampilan menulis bisa terus diasah dan jiwa kompetitif kian ditempa.

Kedua, mengikuti workshop atau acara penulisan, hingga pemeran buku. Biasanya di ajang seperti itu berkumpul para penulis atau pihak terkait dengan penerbitan, termasuk editor. Banyak aktivitas yang terjai mulai dari coaching clinic, sharing hingga pameran buku.

Membangun relasi dengan orang yang memiliki hobi yang sama bisa membuka jalan yang sebelumnya tidak diduga. Ajang-ajang seperti ini biasa dimanfaatkan oleh penerbit untuk mencari para penulis atau calon penulis.

Ketiga, menjalin hubungan dengan editor. Selain membangun relasi horizontal (dengan sesama penulis), menjalin hubungan vertikal (dengan editor) adalah hal yang juga dianjurkan. Selain berkomunikasi secara langsung di forum-forum penulisan, mengikuti perkembangan di sosial media mereka pun adalah cara yang bisa ditempuh. 
Para peserta kegiatan bersama ISB dan CNI/Ani Berta
Biasanya para editor berbagi informasi terkait aktivitas di penerbit tertentu, atau hal-hal yang sedang dilakukan terkait penulisan. Siapa tahu ada informasi penting dan bermanfaat yang bisa didapat. Bila relasi dengan editor sudah terbangun, jangan lupa untuk meminta informasi tentang jenis buku yang sedang dibutuhkan oleh penerbit mereka.

Keempat, mengirim naskah tanpa diminta penerbit. Bila kita memiliki naskah untuk diterbitkan jangan segan untuk mengirim ke penerbit tertentu. Bila belum dalam bentuk naskah yang utuh, tidak menjadi masalah sekadar mengirimkan kerangka atau outline untuk dipertimbangkan oleh editor.

Dari penuturan sejumlah peserta, memang tidak mudah sebuah naskah diterima penerbit, apalagi penerbit mayor. Bahkan mereka harus menanti dalam ketidakpastian. Tidak masalah setelah jangka waktu tertentu, naskah tersebut ditawarkan ke penerbit berbeda.

“Namun tidak etis bila pada waktu bersamaan naskah dikirim ke sejumlah penerbit berbeda,” Nunik mengingatkan.

Kelima, memanfaatkan penerbit indie dan perusahaan self-publishing berbasis online. Poin ini diangkat Ani Berta, founder ISB, berangkat dari pengalamannya menerbitkan buku dengan cara demikian.

Apakah untuk diterbitkan menjadi buku, kita harus membuat naskah dari nol? Tidak harus demikian. Disamping mengangat tema tertentu-sepanjang menarik dan patut diangkat-dengan memulainya dari awal, memanfaatkan tulisan-tulisan yang ada di blog pribadi adalah pilihan lain yang bisa diambil.
Sebagian besar para peserta adalah blogger. Nunik menekankan tulisan-tulisan di blog pribadi bisa dikembangkan menjadi buku. Hanya saja ia mengingatkan, banyak hal berbeda di antara blog dan buku.

Blog sebagai medium penulisan yang bebas, biasa menampung tulisan-tulisan yang cair, termasuk dari segi tata bahasa. Ini menjadi satu hal yang patut dipertimbangkan sebelum membukukkan tulisan-tulisan di blog.

“Bahasa di blog kadang suka-suka. Jadi harus dirapihkan,” tandas wanita yang juga berprofesi sebagai content writer tersebut.

Bonus dari CNI
Acara separuh hari itu tidak melulu berbicara tentang buku. Para peserta diberi tambahan wawasan tentang Search Engine Optimization (SEO). Niko Riansyah memberi beberapa informasi tentang penggunaan jasa SEO sabagai cara untuk untuk meningkatkan peringkat situs atau blog di mesin pencari google.
Niko Riansyah berbagi informasi tentang SEO/dokpri
Selain itu, Asti, Health Food Product Specialist CNI, juga berbagi tentang hemoglobin (Hb) dan cara pencegahannya. Hb merupakan molekul protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh. Selain itu Hb juga berfungsi mengembalikan karbondioksida ddari jaringan tubuh ke paru-paru untuk dikeluarkan melalui pernapasan.

Kekurangan hb bisa disebabkan banyak hal. Selain perdarahan yang berasal dari luka, juga disebabkan sejumlah penyakit yang membuat produksi Hb berkurang di antaranya anemia, kanker, sirosis, leukemia dan masih banyak lagi.

Untuk memastikan kadar Hb seseorang cara yang bisa dilakukan adalah melalui pemeriksaan darah. Pemeriksaan ini dianjurkan untuk memastikan pasokan Hb dalam tubuh tercukupi. Namun ada tanda-tanda atau gejala umum seseorang mengalami kekurangan hb. Beberapa dari antaranya adalah merasa lelah, lemah, pucat pada kulit dan gusi, detak jantung tidak teratur, sesak napas, dan kuning pada mata atau kulit.
Asti, Health Food Product Specialist CNI
Selain bergejala, kekurangan Hb juga menunjukkan gejala yang berat. Penyebab bisa bermacam-macam dan sangat bergantung pada penyakit penyerta atau kondisi yang mendasarinya. Sebagai informasi, kadar Hb pria normal adalah 13,8-17,2 g/dL dan 12,1-15,1 g/dL untuk perempuan.

Bila anda mengalami kekurangan Hb, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Transfusi sel darah merah dan konsumsi makanan yang kaya akan zat besi seperti telur, ayam, kacang-kacangan, daging tanpa lemak dan makanan laut adalah dua dari antaranya.

Selain itu, mengonsumsi suplemen zat besi. Salah satunya adalah Sun Chlorella. Ini menjadi salah satu produk andalan CNI yang sudah diproduksi sejak bertahun-tahun lalu. Mulai diproduksi di Jepang pada tahun 1960-an dan sudah lebih dari setengah abad beredar di tanah air.
Secara umum Sun Chlorella merupakan suplemen makanan kesehatan yang terbuat dari ganggang hijau air tawar Chlorella pyrenoidosa yang memiliki kandungan gizi lengkap dan alami mulai dari protein, beta karoten, klorifil, vitamin dan mineral, serta chlorella growth factor.

Siapa saja dianjurkan untuk mengkonsumsi produk yang tidak mudah dijumpai di apotek kebanyakan. Dikutip dari www.geraicni.com, ada banyak alasan untuk menggunakan produk ini:
  • ·        Mengandung nutrisi lengkap yang diperlukan untuk menjaga kesehatan.
  • ·        Kandungan antioksidan yang tinggi untuk mencegah penyakit.
  • ·        Memiliki segala manfaat dan kebaikan sayur-sayuran.
  • ·        Mengandung protein dan asam nukleat yang merangsang peremajaan sel.
  • ·        Kandungan klorofilnya yang tinggi.
  • ·        Membantu pembuangan racun kimia dan logam berat (detoksifikasi).
  • ·        Memiliki efek anti radang.
  • ·        Merangsang pertumbuhan bakteri menguntungkan/probiotik.
  • ·        Meningkatkan sistem kekebalan tubuh/imunitas.
  • ·        Membantu penyembuhan luka.


Bonus cek Hb gratis sebelum acara/dokpri

Post a Comment

27 comments:

  1. Mau donk blajar nulis buku lagi..

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. semoga harapan ini bisa jadi kenyataan ya mba amin

      Delete
  3. Dari dulu pengen bukuin tulisan blog, tapi kok ya sampai sekarang hanya sekedar niat saja belum ku realisasikan, huhuhu

    ReplyDelete
  4. Asyik ya kalau suatu hari tulisan di blog aku jadi buku juga. Apa ya judulnya hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya mba jadi dokumentasi sekaligus portofolio kita ya

      Delete
  5. Bener mba bisa jadi portofolio tersendiri

    ReplyDelete
  6. Sudah pernah kepikiran sih,tulisan di blog dibukukan. Hanya eksekusi kapan, masih galau, hehehe

    ReplyDelete
  7. Acara yang seru dan berfaedah nih ya. Jadi kepengen ikutan juga. Btw, kayaknya bagus tuh membukukan tulisan di blog. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya acaranya emang seru sih...membukukan tulisan d blog ya mba? Semoga bisa tercapai ya

      Delete
  8. Betul banget nih. Bangun relasi ke editor atau penerbit penting. Biasanya kalo udah deket enak. Bisa kirim outline dulu. Bahkan, kita bisa minta proyek buku ke mereka yg mau ditulis tentang apa. Beberapa pengalaman sih gtu. Penerbit itu mudah digapai. Karema mereka selalu terbuka untuk penulis. Cuma kadang penulia juga mesti kenal dengan penerbit. Biasanya gak kenal penerbit sampe salah kirim naskah tuliaan ke penerbit tanpa tahu genre tulisan pwnerbit yg dicetak apa aaja. Btw,mas charles sudah banyak buku sepertinya nih yg dibukukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener mas Said membangun relasi itu penting ya makasih udah mampir

      Delete
  9. beberapa blogger kenalan saya juga saya ketahui telah menerbitkan buku, sejak itu saya juga penasaran betapa keren mereka yg sudah melakukan itu. Sedangkan saya saja masih belajar menulis dan berharap bisa mengikuti kerennya mereka..

    ReplyDelete
  10. Tulisan ka charles bagus-bagus.. aku mendukung lho kalo tulisan kakak di blog dijadikan buku.. hayuk ka wujudkan! aku mendukung selalu.. selalu suka sama orang-orang yang bersemangat belajar seperti ka charles

    ReplyDelete
  11. Wah acara asyik nih pasti banyak yg jd semangat ya...klo blog sy dibukukan jd apa nih..sempet jd etalase kebanyakan ngiklan heu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Acaranya emang asyik...boleh kok dipilih dan dikembangkan tulisan2 yg bagus mba

      Delete
  12. Bener banged point yg dikatakan sama Mba Nunik, rasa malas, minder dan penolakan harus dibuang jauh2 ya Mas.

    Soalnya kalau nggak pernah dicoba, kita juga nggak akan pernah tau ya sejauh mana kemampuan kita. Harus rajin asah terus niy nulisnya, who know tulisan di blog kita bisa dibukukan juga. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar sekali mba kalau berusaha pasti ada jalan..di mana ada kemauan di sana ada jalan..

      Delete
  13. Benar ya, buat buku itu mudah, yang sulit kemauan dan semangat memulainya. Keren narasumbernya. Ayo semangat bikin buku, mas. Saya dukung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mba tantangan terbesar itu datang dr diri sendiri ya makasih udah mampir dan memberikan dukungan

      Delete
  14. Keren banget bisa belajar langsung dari Mbak Nuniek 👍. Bener banget bahasa di blog itu kadang suka-suka dan banyak sisipan bahasa slank nya. Mindset memang harus dirubah yaa kalau mau memulai nulis buku. Thanks sharingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tidak ada yang mustahil sih untuk membukukan tulisan di blog hanya memang perlu beberapa penyesuaian seperti yang mba tekankan

      Delete

Herbamojo, Suplemen Herbal Khusus Pria Dewasa

Waktu berubah dan kita pun turut berubah di dalamnya. Demikian ungkapan lawas untuk mengatakan bahwa perubahan adalah sebuah keniscaya...