HAM, KEKERASAN, DAN GERAKAN ANTI KEKERASAN
(Refleksi Seputar Hari HAM Sedunia) Oleh Salvano Jaman* Tindakan kekerasan menjijikkan kita. Namun, tindak kekerasan juga memikat kita. Tindakan kekerasan menggelisahkan kita. Namun, tindakan kekerasan juga melindungi kita. Deretan kalimat bernada paradoks di atas sebenarnya mengungkapkan realitas manusia yang berada dalam alur pemikiran ganda tentang kekerasan. Di satu sisi, manusia menjadi pembenci kekerasan, mengutuk kekerasan. Ini tercermin dalam pelbagai gerakan anti-kekerasan dan upaya menghapus kekerasan dari muka bumi. Kita telah bergerak menuju sebuah masyarakat anti-kekerasan. Namun, di sisi lain, manusia menjadi ‘pencinta kekerasan’. Hal ini nyata dalam aneka aksi kekerasan yang terjadi. Kekerasan menjadi alat dan sarana yang dipakai ‘kelompok manusia’ ini dalam mencapai suatu tujuan tertentu. Semakin nyaring ada teriakan anti-kekerasan, tampaknya semakin marak juga aksi kekerasan itu terjadi. Semakin meluas gerakan anti-kekerasan, semakin kejam juga kekerasan i...