| Lionel Messi/AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV
|
Tim nasional Argentina menghadapi Piala Dunia 2026 dengan penuh keyakinan. Sebagai juara bertahan, mereka akan bertarung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada dengan kehadiran sang kapten yakni Lionel Messi.
Ini bisa menjadi Piala Dunia terakhir bagi mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu.
Tentu, skuad Tango akan berjuang maksimal dengan kekuatan skuad yang berpengalaman meraih gelar juara dunia dan tambahan sejumlah amunisi muda yang brilian.
Pada “last dance” Messi, sang pemain masih akan mengenakan nomor punggung ikonik. Nomor 10 masih menjadi milik Sang Messiah.
Nomor ini sebelumnya pernah dikenakan oleh legenda Argentina yakni Diego Armando Maradona.
Pemain muda yang tengah bersinar yakni Nico Paz akan mengenakan nomor 18 dan akan menjadi salah satu harapan di lini depan La Albiceleste.
Berikut Daftar Nomor Punggung Argentina di Piala Dunia 2026:
1 - Juan Musso
2 - Leonardo Balerdi
3 - Nicolas Tagliafico
4 - Gonzalo Montiel
5 - Leandro Paredes
6 - Lisandro Martínez
7 - Rodrigo de Paul
8 - Valentin Barco
9 - Julian Alvarez
10 - Lionel Messi
11 - Giovani Lo Celso
12 - Geronimo Rulli
13 - Cristian Romero
14 - Exequiel Palacios
15 - Nico Gonzalez
16 - Thiago Almada
17 - Giuliano Simeone
18 - Nico Paz
19 - Nicolas Otamendi
20 - Alexis Mac Allister
21 - Jose Manuel Lopez
22 - Lautaro Martinez
23 - Emiliano Martinez
24 - Enzo Fernandez
25 - Facundo Medina
26 - Nahuel Molina
Berikut adalah daftar pelatih dan asisten pelatih Argentina di Piala Dunia 2026:
• Pelatih Kepala: Lionel Scaloni
• Asisten Pelatih: Pablo Aimar
• Asisten Pelatih: Roberto Ayala
• Asisten Pelatih: Walter Samuel
• Pelatih Kiper: Martin Tocalli
• Pelatih Fisik: Luis Martin
Popular posts from this blog
Menulis membuat saya bisa melihat dari dekat orang nomor satu di negeri ini “Menulislah terus jangan berhenti, suarakan hati nuranimu. Kemudian setelah itu biarlah tulisan itu membela dirinya sendiri, biarlah tulisanmu itu mengikuti takdirnya.” (Buya Hamka) Saya baru mengenal petikan masyur di atas belakangan, jauh bertahun-tahun setelah saya bergumul dengan dunia tulis-menulis. Ketika itu saya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tidak ada maksud atau tujuan khusus saat itu. Yang ada hanya satu: menulis dan terus menulis. Bisa jadi perkenalan saya dengan dunia menulis berjalan beriringan dengan ketertarikan saya pada dunia literasi umumnya. Perkenalan saya dengan dunia menulis karena aktivitas membaca yang saya geluti pada waktu bersamaan. Membaca dan menulis menjadi satu paket. Ibaratnya, dua sisi berbeda untuk menandai sebuah koin yang sama. Itu semua tidak timbul serta-merta. Paket itu muncul, kemudian ...
Ilustrasi permainan Angry Birds di Android/gambar dari 9to5google.com Untuk apa membeli sebuah smartphone baru? Itulah pertanyaan yang kerap berkelebat di kepala saya ketika berencana membeli sebuah telepon pintar. Banyak alasan, tentu. Ketika smartphone saya satu-satunya kecopetan di sebuah angkutan umum, mau tidak mau saya perlu segera mendapatkan yang baru. Urusan akan berbeda, ketika dalam situasi seperti itu saya memiliki lebih dari satu handphone. Terlepas dari itu, mustahil hidup di zaman sekarang tanpa sebuah smartphone, bukan? Bukan hanya urusan komunikasi, seperti namanya, perangkat yang satu ini sudah bisa menjembatani banyak kebutuhan dan menangkup aneka hasrat manusia. Mulai dari urusan komunikasi, menunjang pekerjaan sehari-hari, hingga urusan hiburan. Mendengarkan musik, menikmati layanan video streaming, memainkan aneka game menarik, hingga bermain video game, untuk sekadar menyebutkan beberapa contoh hiburan yang bisa diberikan smartphone masa kin...
Foto dari KAYA.ID Situasi politik di tanah air sedang panas. Titik didih semakin meningkat dan diprediksi akan menjadi-jadi mendekati hari H pemilihan langsung presiden dan wakil presiden Indonesia yang tak lebih dari tiga bulan lagi. Nah, ketika politik membuat kawan bisa menjadi lawan karena kepentingan menjadi segala-galanya, dengan cara apa kita bisa bersatu? Tanpa berpikir panjang kita bisa menyebut olahraga. Tengok saja ketika tim kesayangan kita bertanding atau kala atlet kebanggaan negara bertarung. Kita kompak memberi dukungan. Saat kemenangan diraih kita serempak bersuka ria. Sebaliknya, sedih dan tangis akan melitani bersama saat kemenangan gagal diraih. Selain olahraga-yang juga memiliki sisi destruktif dalam anarki dan huru-hara, musik adalah medium lain yang membuat kita bersekutu. Tidak ada dikotomi antara kawan dan lawan, kita dan mereka, lokal dan asing, kulit putih dan hitam, rambut kriting dan lurus, tua dan muda ketika berada di hadapan kesenian. Semu...
Comments
Post a Comment