Posts

Sejumput Pesan dalam Lumeran Keju di Sepotong Ayam

Image
KFC Hot and Cheesy Chicken/eatinguntildiee.blogspot.co.id Tidak semua lidah orang Indonesia akrab dengan keju. Meski, merunut Anne Iburg dalam  Demont’s Lexicon of Cheese  (2004), makanan yang dihasilkan dengan memisahkan zat-zat padat dalam susu melalui proses pengentalan atau koagulasi ini sudah dikenal sejak zaman prasejarah, tidak menjadi bagian dari makanan kegemaran, apalagi santapan pokok penduduk di Nusantara.  Keberadannya sudah berabad-abad lampau dan telah mewujud dalam banyak rupa seiring tingkat inovasi, keju masih tetap dianggap asing, bahkan terkesan makanan kaum elit. Bisa jadi rasa asin sebagai akibat dari proses fermentasi membuat keju tak nyaman di lidah orang Indonesia umumnya yang lebih karib dengan rasa pedas, manis, dan asam. Bahkan saat dibaui aroma berbeda bisa langsung mendatangkan kesan aneh.  Namun tentang rasa ini tak bisa dijadikan patokan tingkat keberterimaan di Indonesia karena seperti ungkapan, soal rasa tak bisa diper...

Menuju Pamungkas, BWF World Super Series Final 2016

Image
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan juara BWF Wolrd Super Series Final 2015/badmintonindonesia.org Tinggal menghitung hari BWF World Super Series Final akan dihelat di Dubai, Uni Emirat Arab sejak 14-18 Desember mendatang. Ini merupakan turnamen pamungkas dari kalender BWF yang mempertemukan delapan pemain terbaik dari setiap nomor. Kedelapan pemain tersebut mencatatkan perolehan poin tertinggi dalam 12 event super series/premier yang dimulai sejak All England pada bulan Maret hingga Hong Kong Open Super Series pada akhir November. Sejak pertama kali diagendakan oleh BWF pada 2007, turnamen yang semula bernama BWF Superseries Masters Finals untuk mengikuti ATP World Tour Finals di tenis dengan setiap turnamen Super Series dianggal sebagai “Grand Slam” itu, mengalami tantangan baik dalam hal peserta, tuan rumah dan pendanaan. Mulanya tidak banyak negara yang antusias dengan turnamen ini. Selain karena waktu penyelenggaraan yang dianggap mepet dengan jadwal turnamen di awal tah...

Persatuan Sepak Bola Ngada (PSN) adalah Kita

Image
Skuad PSN Ngada di Linus 2016/@ISCgelora. Ke mana perhatian pencinta sepak bola Indonesia tertuju saat ini? Bisa jadi turnamen pengisi kevakuman, Torabika Soccer Champinship (TSC) yang menyisahkan dua pekan lagi mulai menarik perhatian. Persipura Jayapura, Arema Cronus dan Persib Bandung tengah berjibaku mengamankan poin-poin penting di saat-saat genting.    Persipura dan Arema sama-sama berada di puncak dengan 62 poin. Dua laga terakhir menentukan sang pemilik kampiun. Pada waktu bersamaan Persib Bandung yang tertinggal empat poin terus menggantung asa, meraup poin penuh di dua laga terakhir sambil berharap ada keajaiban terjadi pada dua tim teratas. Bila masih kurang menarik, euforia lolosnya Indonesia ke final Piala AFF 2016 setidaknya cukup menggelitik rasa nasionalisme untuk memberi perhatian. Meski kita ramai-ramai menggerutu di awal karena minim persiapan dan terbatasnya sumberdaya waktu, pemain dan perhatian, penampilan Boaz Solossa dan kolega tidak terl...

Langkah Baru Hendra Setiawan Menuju Nomor Satu

Image
Hendra Setiawan/foto: Roderick Adrian Mozes/Kompas.com Usianya sudah lebih dari kepala tiga. Meski 32 tahun bukanlah usia yang terlalu tua untuk seorang atlet, berkecimpung di dunia yang membutuhkan kebugaran tingkat atas benar-benar mensyaratkan kedisiplinan dan semangat yang tinggi. Dalam diamnya, Hendra Setiawan masih memiliki dua syarat itu. Tak heran setelah mundur dari Pelatnas PBSI sejak 1 Desember lalu, Hendra tidak lantas gantung raket. Ia tidak seperti Lee Yong Dae, salah satu lawan terberatnya saat masih berpasangan dengan Mohammad Ahsan dan Markis Kido. Berbeda dengan Lee-yang meninggalkan Yoo Yeon Seong saat keduanya masih berada di puncak rangking dunia-yang kini hilang tanpa kabar berita, Hendra baru saja menemukan partner baru untuk terus berkompetisi di jagad bulu tangkis dunia. Bukan pemain Indonesia, bukan pula Yoo Yeon yang tengah menganggur itu, tetapi Tan Boon Heong. Melalui jejaring sosial instagram Hendra memajang salah satu momen saat keduanya be...

Tai Tzu-ying, Ratu Baru Bulu Tangkis Dunia

Image
Tai Tzu-ying/tribunnews.com Bila kita perhatikan daftar rangking BWF beberapa pekan terakhir ada sejumlah nama baru di puncak peringkat dunia. Hanya Lee Chong Wei (Malaysia) dan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi (Jepang) yang masih stabil di daftar teratas sektor tunggal putra dan ganda putri. Sementara itu di tiga sektor lain ada nama-nama baru seperti V Shem Goh/Wee Kiong Tan (ganda putra/Malaysia), Ko Sung Hyun/Kim Ha Na (ganda campuran/Korea Selatan) dan Tai Tzu Ying (tunggal putri/Taiwan). Goh/Tan dan Ko/Kim merangsek ke puncak selain karena prestasi juga tak lepas dari pensiunnya Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (Korea Selatan) serta mundurnya pemain serba bisa dari Tiongkok, Zhao Yunlei yang sebelumnya merajai ganda campuran bersama Zhang Nan. Sementara di sektor tunggal putri dominasi Carolina Marin dari Spanyol akhirnya bisa dipatahkan Tai Tzu Ying. Setelah menumbangkan petenis India PV Sindhu di final Hong Kong Open pada akhir November lalu perolehan poin Tai (7865...

Susy Susanti di Jantung Bulu Tangkis Indonesia

Image
Herka Yanis Pangaribowo/Bola/Juara.net “Prestasi dan regenerasi yang berkesinambungan.” Demikian jawaban singkat Susy Susanti atas ucapan selamat berikut pertanyaan saya beberapa saat setelah terpilih sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI periode 2016-2020. Seperti kita ketahui, pada Minggu, 4 Desember lalu, Ketua Umum PBSI yang baru terpilih pada akhir Oktober lalu, Wiranto mengumumkan komposisi Pengurus Pusat PBSI untuk masa bakti empat tahun ke depan. Ada sejumlah nama baru yang masuk jajaran pengurus, termasuk dua posisi penting. Selain Kabid Binpres yang dijabat ratu bulu tangkis tanah air itu menggantikan Rexy Mainaky, posisi Sekretaris Jenderal yang sebelumnya ditempati Anton Subowo kini dipercayakan kepada Achmad Budiharto. Selain karena nama besarnya, posisi yang kini ditempati Susy penting dibicarakan. Setidaknya ada beberapa alasan. Pertama, dengan tanpa mengabaikan peran penting bidang lain, bidang tersebut bersentuhan langsung dan...

Lebih Berdaya sebagai Penulis Warga, Mengapa Tidak?

Image
Dari kiri ke kanan, Kang Maman, Mas Isjet, Mba Yayat dan Rizky Saragih/foto dari @rizkycsaragih Dengan segala sesuatu yang serba terbuka dan tersedia, maka menulis dan menjadi penulis itu bukan lagi hal yang rumit. Hampir tidak ada lagi yang tertutup dan bisa disembunyikan ketika siapa saja bisa merangsek masuk ke wilayah-wilayah yang sebelumnya samar bahkan gelap, bahkan juga sangat pribadi. Dan cukup dengan perangkat dalam genggaman maka kabar atau berita sudah bisa tersiar. Entah itu berupa kata-kata, gambar atau video. Demikian salah satu kesimpulan sederhana yang saya tangkap dari salah satu titik kumpul di antara keriuhan Pekan Raya Indonesia (PRI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Minggu, 6 November silam. Di tengah massa yang membludak yang mengalir ke sana ke mari tanpa bisa dikontrol, sekitar 30-an pasang mata setia mengarahkan pandangan ke panggung utama Booth Group of Digital Kompas Gramedia yang terletak di pintu masuk  hall  11.  ...