KADO TERAKHIR
(Cerpen Atel Lewokeda) Kejamnya mentari yang membakar kota karang tak menyusutkan langkah Ria untuk segera kembali ke penginapannya usai mengikuti perkuliahan. Jalur penyebrangan dan lorong yang biasa dilewatinya menjadi semakin tak bersahabat karena sepi. Ia baru merasa legah saat pagar rumahnya sudah ada di depan matanya. Langkah keletihan dan kejenuhan Ria hilang dalam sekejap ketika mendapatkan amplop bunga dalam box surat yang ada di halaman depan. Rasa lapar yang menderanya sepanjang perjalanan hanya menjadi lelucon baginya. Pergulatan dirinya dengan segala konsep ilmiah yang baru saja diterimanya sirna dalam sesaat. Kepenatan rationya kabur tanpa pamit saat ia menggengam amplop itu menuju kamarnya.. Ke pangkuan yang kusayangi….Ria Ketika engkau membaca tulisan ini, aku tidak tahu kalau aku sudah ada di mana. Kuharap engkau sabar dan sanggup membaca curahan hati ini sampai selesai. Entah tulisan ini yang ke berapa namun satu yang pasti bahwa ini adalah tulisan yang t...