Posts

KADO TERAKHIR

(Cerpen Atel Lewokeda) Kejamnya mentari yang membakar kota karang tak menyusutkan langkah Ria untuk segera kembali ke penginapannya usai mengikuti perkuliahan. Jalur penyebrangan dan lorong yang biasa dilewatinya menjadi semakin tak bersahabat karena sepi. Ia baru merasa legah saat pagar rumahnya sudah ada di depan matanya. Langkah keletihan dan kejenuhan Ria hilang dalam sekejap ketika mendapatkan amplop bunga dalam box surat yang ada di halaman depan. Rasa lapar yang menderanya sepanjang perjalanan hanya menjadi lelucon baginya. Pergulatan dirinya dengan segala konsep ilmiah yang baru saja diterimanya sirna dalam sesaat. Kepenatan rationya kabur tanpa pamit saat ia menggengam amplop itu menuju kamarnya.. Ke pangkuan yang kusayangi….Ria Ketika engkau membaca tulisan ini, aku tidak tahu kalau aku sudah ada di mana. Kuharap engkau sabar dan sanggup membaca curahan hati ini sampai selesai. Entah tulisan ini yang ke berapa namun satu yang pasti bahwa ini adalah tulisan yang t...

BUNDA

(Cerpen Atel Lewokeda)     Ayah …!!! Ryan tersentak bangun. Seluruh tubuhnya berkeringat. Napasnya tidak teratur seakan memberi pratanda ada sesuatu yang baru terjadi. Mimpi buruk itu datang lagi. Ia menjadi sangat ketakutan karena mimpi itu terus saja datang. Ia sendiri tidak lagi bertanya kepada sang bunda tentang siapa ayahnya, sejak pertanyaan pertamanya yang dijawab ibu dengan hujan air mata. Sang ibu hanya menyampaikan bahwa ayah Ryan sudah lama pergi entah kemana.     Senja baru saja Nampak dari layar siang. Angin seakan bersandar pada pojok langit sebagai sebuah isyarat akan datangnya sebuah petang. Hawa dingin merayap perlahan menggenangi sisi kehidupan yang akan ditelan malam. Petani sawah mulai menutup saluran sambil berharap air dapat tersebar secara merata. Para gembala mulai mengembalikan ternak piaraannya ke pelataran kandang. Dari jauh terdengar suara adjzan magrib yang terus menggema di keremangan malam itu. Ryan kembali begulat d...

MAWAR DARI KEVIN

*Cerpen Atel Lewokeda “Tia, aku berterima kasih karena engkau telah begitu terbuka mengungkapkan semua nyanyian dari kalbumu yang selama ini hanya menjadi notasi mati yang terpenjara dalam kecemasanmu”, ungkap Itha. Sebagai sahabat yang telah lama bersama, aku hanya mengingatkan bahwa semua kita, terhadap tiap pengalaman pasti senantiasa mengharapkan yang terbaik. Tapi jangan lupa bersamaan dengan itu kita juga harus bersedia menerima hal lain yang mungkin saja menjadi yang paling buruk buat kita. Aku sendiri juga pernah mengalami pengalaman kehilangan seperti yang engkau alami; bahkan lebih dari yang Tia sendiri alami. Dengan bahasa tubuh Tia mempersilahkan sahabatnya untuk melanjutkan kisah pengalamannya. Seperti Kevin yang sangat berharga buat Tia, aku sendiri pernah memiliki seorang Glend yang sangat istimewa. Kami menjalani masa-masa indah pacaran kami selama enam tahun. Ada begitu banyak kenangan yang terlukis. Kadang harus bersedih. Kadang harus jengkel dan kecewa. Tapi...

SEBUAH KETUKAN PADA TENGAH MALAM

( Cerpen Gusty Fahik) Satu dua kata mulai luruh di atas buku harian lusuh. Malam belum lagi larut, tetapi hati telah cukup kalut. Senja tadi kota kecilku diselimuti kabut, digempur gerimis dan dilengkungi pelangi. Lampu kamar kubiarkan terus menyala walau mata seakan meredup, ditampar gelisah dan kerinduan. Selembar potret perempuan itu masih terus tergantung dan tersenyum mengejek. Limapuluh pekan, dua hari dan delapan jam, itulah rentang waktu yang telah memisahkan kami. Kutahu waktu pun bisa membuat jarak yang tak terseberangi,  sebab ia tak terjembatani. Namun malam ini semuanya terasa lain. Ada sekeping optimisme timbul dalam hatiku, membuat  api harapanku kembali bernyala, setelah sebuah periode kesendirian dan pengosongan dari kenangan. Adalah pelangi, adalah angin, adalah gerimis yang membawa perempuan itu kembali ke pelupuk kenangan dan ingatan yang kian usang.  Selepas senja aku merasa sesuatau akan terjadi, dan itu berhubungan dengan perempuan itu. Apaka...

TIGA WARNA KENANGAN

(Cerpen Gusty Fahik) I             Danau itu punya tiga warna, sayang             Konon di puncak bukit itu pernah bertakhta seorang penguasa yang berhak menentukan nasib setiap arwah yang beralih dari dunia ini ke alam akhirat. Setiap arwah punya tempat masing-masing di sana. Warna-warna danau itu melambangkan tempat setiap arwah. Karena itu berusahalah untuk hidup baik selama di dunia ini bila engkau ingin meraih tempat yang baik di sana.             Di situ kita pernah bersama menghabiskan waktu yang amat terbatas. Mengapa Tuhan harus menjadikan waktu yang terbatas buat manusia sementara Dia sendiri memiliki waktu yang tak terbatas.             “Bukankah itu berarti Ia seorang yang amat egois?”          ...

FROM YOUR VALENTINE

Kehidupan manusia dewasa ini tanpa terasa telah kian bergerak menuju tepian humanisme. Perbedaan mendasar antara inti humanisme dan pergeseran perihidup yang kerap ditampilkan nyata dalam fenomena kehilangan rasa solidaritas,  tergerusnya sikap altruistik dari dalam bahtera kedirian, perhatian yang kian berkurang terhadap penderitaan dan kesengsaraan sesama, melemahnya ikatan kekeluargaan yang membangun sebuah tatanan kehidupan yang penuh dengan rasa kasih , apatisme terhadap  lingkungan hidup  serta tendensi yang kuat ke arah pembentukan orientasi kehidupan yang mekanistis. Pemandangan khaos tersebut  nampak secara kasat mata dalam rupa kekerasan antar sesama manusia, pemberangusan dan pengganyangan ata harga diri dan hak hidup serta pembentukan karakter yang bermental instant dan berdaya juang lemah ( easy going ). Singkatnya menjamurnya praktik-praktik  hidup  yang destruktif semisal pembunuhan, KKN, pemerkosaan, pembalakan hutan dan perusakan ekosist...

Marginalisasi Perempuan (Catatan pinggir Sinetron Indonesia)

Oleh Yohanes Efraim Moore Meto* TUBUH dan bagian-bagiannya merupakan bagian dari peradaban manusia dan sering kali diperdebatkan dari aspek filosofis, moral, politik dan religius keagamaan.  Dalam wacana kontemporer, tubuh manusia sering menjadi wacana popular, baik sebagai reperesentasi peradaban manusia (budaya), ataupun sebagai inspirator politik demi meningkatkan komoditas ekonomi. Hal ini nampak dalam produk-produk kecantikan, kebugaran, dan klinik-klinik kesehatan. Bagaimana reperesentase tubuh perempuan dalam sinetron? Prinsip dasar sinetron sebagai sistem dasar yang merayu pemirsa (penonton) adalah simulasi atas realitas manusia yang telah, sedang dan akan terjadi dalam setting historis kehidupan manusia. Dengan demikian, sinetron ditampilkan secara amat menarik, bersahaja, selaras zaman, dan ’merangsang’ minat. Menelusuri hal ini, maka tidak heran bila  ’rekam ulang’ historisitas peradaban manusia dalam sinetron tampak wajah-wajah cantik dan ganteng yang d...